Travel Tour Aqsa Jordan Mesir 2022 Terlengkap

Travel Tour Aqsa Jordan Mesir 2022 Terlengkap

Banyak yang meyakini bahwa pergi berlibur jauh dari wilayah yang Sahabat Tour Aqsa tinggali merupakan suatu hal yang amat menyenangkan, pergi berlibur ke luar negeri misalnya. Tak sedikit orang yang sepakat bahwa berlibur ke luar negeri menjadi salah satu hal yang ingin sekali direalisasikan. Karena itulah, Sahabat Tour Aqsa bahkan ada yang rela menabung hanya untuk bisa pergi berlibur ke luar negeri. Saat Sahabat Tour Aqsa berencana untuk berlibur ke luar negeri, Sahabat Tour Aqsa bisa memilih terkait rencana keberangkatan yang akan Sahabat Tour Aqsa jalani nantinya. Sahabat Tour Aqsa dapat pergi berlibur ke luar negeri bersama jasa travel, namun bisa juga pergi secara mandiri. Akan tetapi, memang banyak yang menyarankan apabila Sahabat Tour Aqsa tak ingin ribet, Sahabat Tour Aqsa dapat percayakan pada jasa travel saja. Sehingga Sahabat Tour Aqsa hanya tinggal duduk manis sembari menikmati liburan tanpa perlu menyusun itinerary perjalanan. Bagaimana? Asik kan? Perihal jasa travel terpercaya, Sahabat Tour Aqsa dapat percayakan pada Satutours Travel. Sahabat Tour Aqsa pun dapat berlibur ke luar negeri dengan mendaftar Tour Aqsa 2022. Di Satutours Travel, Sahabat Tour Aqsa dapat memilih Paket Tour Aqsa 2022 atau paket Tour Aqsa Jordan mesir 2022 Terlengkap. Bagi Sahabat Tour Aqsa yang ingin mengetahui informasi lebih lengkap seputar Travel Tour Aqsa Jordan mesir 2022, yuk simak informasi berikut ini.

Menulusuri Kawasan Kota Kuno Jerash di Jordan Yuk!

Apabila selama ini Sahabat Tour Aqsa hanya mengenal Petra sebagai destinasi kunjungan di Jordan, hendaknya Sahabat Tour Aqsa juga memasukkan kawasan Jerash untuk menjadi kunjungan destinasi yang akan disinggahi saat Sahabat Tour Aqsa berada di Jordan. Alasan Sahabat Tour Aqsa tak melewatkan kunjungan ke Jerash ialah karena Jerash memiliki pesona layaknya tempat yang ada di Eropa. Sungguh luar biasa kan? Jerash ini menjadi salah satu kota kuno Romawi terbesar di dunia yang berada di luar Italia. Sehingga pada saat Sahabat Tour Aqsa melihat bangunan serta puing – puing yang ada di kota ini bagaikan sedang berjalan – jalan ke Roma. Berbagai jejak sejaraj yang berada di jerash dapat ditarik mundur dari ribuan tahun lalu. Hal ini dimulai dari Jaman Perunggu, dan dianeksasi ke wilayah Romawi sejak sekitar tahun 63 Masehi. Keberadaannya hanya sekitar 48 km dari ibukota Amman ke arah Suriah, dengan mobil atau bus dapat ditempuh tak sampai satu jam perjalanan. Ketika Sahabat Tour Aqsa berada di kawasan Jerash, Sahabat Tour Aqsa akan melihat cerahnya sinar mentari yang menawan. Menurut informasi, memang sebaiknya apabila Sahabat Tour Aqsa mengunjungi kota tua ini hendaknya sebelum tengah hari atau menjelang sore. Hal ini supaya Sahabat Tour Aqsa tak terkena sengatan sinar mentari. Di kawasan kota kuno Jerash ini Sahabat Tour Aqsa juga akan menemui sebuah bangunan tempat para penjual cinderamata. Perkiraan terdapat sekitar 20 kios di dalam bangunan ini. Saran untuk Sahabat Tour Aqsa yang suka berbelanja, sebaiknya belakangan aja belanjanya. Hal ini supaya Sahabat Tour Aqsa tak repot membawa tentengan.

Perlu Sahabat Tour Aqsa ketahui bahwa untuk harga tiket masuknya 8 JOD per orang dan gratis untuk anak 15 tahun ke bawah. Saat musim panas, kawasan Jerash ini buka mulai pukul 8 pagi hingga pukul 5 sore. Namun, pada saat musim dingin hanya sampai pukul 4 sore saja. Karena di jordan jam 5 sore saat musim dingin sudah memasuki suasana yang gelap. Ketika Sahabat Tour Aqsa sudah berada di Jerash, terdapat 3 gerbang masuk ke Jerash yang gapuranya berbentuk kerucut layaknya ujung anak panah. Gerbang di bagian selatan bernama Hardian’s Arch yang dibangun pada tahun 129 M. Penamaan gerbang Hardian’s Arch sebagai penghormatan untuk Kaisar Hardian yang pernah tinggal disitu dan telah membuat nama kota Jerash semakin terkenal di masa lalu. Kota Greco – Romawi diketahui mulai dibangun pada masa Alexander The Great di tahun 331 SM, pada saat perjalanannya dari Mesir melintasi Suriah untuk menuju ke Mesopotamia. Saat kekuasaan Romawi di tahun 63 Sebelum Masehi, Jerash dianeksasi ke wilayah Romawi Suriah.

Tahukah Sahabat Tour Aqsa bahwa kota ini diibaratkan dengan “Pompeii dari Timur Tengah”. Hal ini dikarenakan Jerash juga pernah hancur karena gempa bumi besar yang melanda di tahun 749 M dan terbengkalai selama ratusan tahun hingga ditemukan kembali oleh seorang penjelajah Jerman yakni Ulrich Jasper Seetzen pada tahun 1806. Kemudian seusai  pemugaran, Jerash menjadi salah satu kota Romawi yang paling penting serta kondisinya paling terawat baik hingga saat ini. Tak hanya itu, ada pula gerbang Hardian yang ada di kota Jerash ini. Di kawasan gerbang Hardian, Sahabat Tour Aqsa akan menemui bangunan Hippodrome yakni arena pacuan kereta kuda yang memang merupakan kegiatan populer kala itu. Diketahui bahwa bangunan ini memiliki panjang bangunan sekitar 245 m serta lebar 52 m dengan tempat duduk di sisinya yang kabarnya dapat menampung sekitar 15 ribu orang. Menurut informasi, Hippodrome juga menjadi tempat masyarakat berkumpul untuk acara – acara besar saat itu. Selepas melewati Hippodrome Sahabat Tour Aqsa akan merasa terpukau dengan Temple of Zeus yang didirikan pada tahun 162 Masehi. Bangunan ini menghadap ke satu pelataran megah tempat berdirinya Oval Plaza. Diketahui bahwa pelataran ini luasnya mencapai 80 x 90 m persegi yang dilengkapi oleh 56 pilar atau kolom yang tingginya sekitar 8 meter. Tahukah Sahabat Tour Aqsa bahwa tempat ini berfungsi sebagai pusat belanja dan berkumpul layaknya sebuah plaza.

Saat ini di tengah Oval Plaza Sahabat Tour Aqsa dapat melihat satu kolom yang ternyata baru ditambahkan pada tahun 1981 dalam rangka Jerash Festival yang digelar setiap tahunnya atas prakarsa Ratu Nour. Pilar tersebut berguna sebagai tempat dinyalakannya api sebagai tanda festival digelar selama tiga minggu di pertengahan Juli sampai awal Agustus setiap tahunnya, menyajikan berbagai pagelaran seni dan budaya dari artis dan seniman Jordan, dataran Arab dan internasional. Selain itu di kompleks ini Sahabat Tour Aqsa juga akan menemui sebuah bangunan Amphitheatre yakni tempat pertunjukan dengan panggung serta tempat duduk tribun melingkar yang terbuat dari batu yang berbentuk seperti anak – anak tangga. Dikatakan bahwa memang bentuknya hampir sama dengan puing – puing peninggalan bangunan serupa di berbagai kota kekaisaran Romawi. Hal yang unik dari amphitheatre ini ialah apabila Sahabat Tour Aqsa berdiri di satu titik di tengah pelatarannya, maka Sahabat Tour Aqsa beserta seluruh orang yang duduk di dalam bangunan ini dapat mendengar suara yang berbicara atau tampil di titik tersebut dengan lantang seperti pakai mikrofon. Begitu luar biasanya bahwa disaat itu mereka telah menguasai teknologi untuk memantulkan suara bagai pakai speaker. Rahasianya ialah terdapat bulatan – bulatan cekung yang dibuat di dinding bawah tribun tempat duduk yang setengah melingkar itu. Travel Tour Aqsa

Diketahui bahwa bangunan amphitheatre ini juga menjadi salah satu panggung utama ketika Jerash Festival digelar. Di Bangunan ini dapat memuat 5 ribu hingga 6 ribu penonton loh.. Dari pelataran Oval Plaza, terdapat sebuah jalanan kuno yang dasarnya disusun dari bebatuan yang cukup besar dan masih asli dari saat kota kuno ini berdiri. Melewati jalan sepanjang kurang lebih 800 meter, menghubungkan Sahabat Tour Aqsa ke gerbang kota di bagian selatan dan sebuah teater lainnya. Jalan ini disebut juga sebagai cardo yakni nama latin yang diberikan untuk jalan utara – selatan di kota – kota Romawi Kuno. Kemudian ada pula bangunan lainnya di Jerash yakni Kuil Artemis yang didedikasikan untuk Artemis yang merupakan putri Zeus dan Titan Leto, juga saudari kembar Apollo. Ia merupakan dewi perburuan, alam liar, dan kelahiran. Terdapat satu rahasia mengapa pilar – pilar di kuil ini tetap bisa berdiri kokoh dan tidak rubuh diguncang gempa ialah karena dasar pilar ini di desain tak tertanam permanen, namun dapat bergerak mengikuti goyangan angin atau gempa. Sungguh canggih sekali di zaman dahulu sudah ada yang berpikir teknologi seperti ini.

Berlibur ke Jordan? Coba Aneka Hal Unik Ini Yuk!

Sahabat Tour Aqsa perlu mengetahui bahwa banyak sekali ragam destinasi yang dapat Sahabat Tour Aqsa kunjungi pada saat berlibur ke Jordania. Aneka ragam destinasinya akan membuat liburan Sahabat Tour Aqsa terkesan istimewa pada saat mencobanya. Agar Sahabat Tour Aqsa mengetahui terkait destinasi apa saja yang dapat Sahabat Tour Aqsa coba selama di Jordan, yuk simak berikut ini.

  1. Melihat Keindahan Petra di Malam Hari

Saat Sahabat Tour Aqsa ingin menkmati liburan ke petra dengan suasana yang berbeda dari biasanya, Sahabat Tour Aqsa dapat mencoba untuk mengikuti petra by night. Karena disinilah Sahabat Tour Aqsa akan menyaksikan bagaimana as siq dan petra treasure diterangi 1500 lilin. Tentunya, suasana ini akan semakin memorable karena diiringi dengan pertunjukkan musikal yang dibawakan dengan alat musik tradasional.

  1. Berenang di laut Mati

Di Jordan, Sahabat Tour Aqsa dapat mengunjungi Laut mati yang tentunya berbeda dengan dari laut di belahan dunia lainnya. Saat Sahabat Tour Aqsa berada di Laut mati, Sahabat Tour Aqsa dapat membuktikan bahwasannya tubuh Sahabat Tour Aqsa dapat mengambang pada saat berenang di laut mati. Hal ini dikarenakan komposisi garam di laut mati ini mencapai 34% lebih tinggi 10 kali lipat dibandingkan dengan kandungan air laut pada umumnya. Sebab itu, saat Sahabat Tour Aqsa berenang disini hendaknya berhati – hati supaya air tak masuk ke dalam mata serta mulut agar tak meerasa perih. Hendaknya Sahabat Tour Aqsa juga memastikan untuk membawa sunscreen dengan kandungan spf tinggi yang berfungsi untuk menangkal teriknya sinar matahari. Selanjutnya, di bagian utara laut mati Sahabat Tour Aqsa dapat menemukan beberapa resort lokal yang menawarkan akses langsung ke area pantai laut mati yang dilengkapi dengan ragam fasilitas lainnya. Tak hanya itu, Sahabat Tour Aqsa juga dapat ke arah selatan untuk menemukan spot laut mati dengan akses tanpa biaya alias gratis.

  1. Suka Hal Menantang? Kunjungi Wadi atau Canyon

Berawal sebagai tempat hiking yang disertai dengan panorama yang menawan, kini wadi mujib dilengkapi dengan serangkaian kegiatan petualangan seperti menysuri air terjun sekaligus wisata untuk rock climbing. Tak hanya itu, Sahabat Tour Aqsa juga dapat mengunjungi wadi rum yang merupakan sebuah lokasi gurun terkenal di bagian selatan petra. Lokasi ini diketahui pernah dijadikan lokasi syuting film hollywood red planet. Disinilah Sahabat Tour Aqsa dapat mencoba aktivitas hiking, dessert camping, roc climbing atau camel riding. Sekedar informasi untuk Sahabat Tour Aqsa sekalian bahwa beberapa wadi tersebar di berbagai titik gurun di Jordan. Perihal ini, Sahabat Tour Aqsa dapat menanyakan kepada orang lokal terkait rekomendasi wadi lokal yang menjadi favorit mereka 

  1. Hiking Menjelajahi New Jordan Trail

Perlu Sahabat Tour Aqsa ketahui bahwa trek hiking dimulai dari Um Qais menuju ke arah utara melintasi 643 km menuju aqaba dan laut merah. Perjalanan ini dapat diselesaikan dalam waktu 40 hari. Rute perjalanannya, Sahabat Tour Aqsa akan melewati Aljoun, Jerash, Karak, Dana, beberapa wadis yang populer, Petra serta 52 pedesaan lokal yang eksotis. Untuk Sahabat Tour Aqsa yang suka sekali dengan petualangan, perjalanan ini tentun akan menjadi pengalaman berkesan saat Sahabat Tour Aqsa berlibur ke jordan.

  1. Naik Unta di Gurun pasir

Ada hal yang menarik saat Sahabat Tour Aqsa ergi berlibur ke Jordan. Karena disinilah Sahabat Tour Aqsa dapat merasakan sensasi naik unta di gurun pasir. Di beberapa titik destinasi di Jordan seperti wadi rum, masyarakat lokal akan menawarkan jasa camel ride kepada para wisatawan. Sahabat Tour Aqsa tak perlu khawatir. Karena pendamping yang menawarkan unta akan memberitahu terkait cara menunggang unta untuk pertama kalinya. 

  1. Naik Bukit Untuk Melihat Pemdangan Petra dari Atas

Apabila Sahabat Tour Aqsa ingin berkunjung ke petra the treasure, Sahabat Tour Aqsa dapat berjalan kaki untuk menyusuri dinding ngarai As siq hingga situs yang paling populer di petra ini terlihat. Hendaknya Sahabat Tour Aqsa datang lebih pagi sebelum wisatawan lain memenuhi tempat ini . Sahabat Tour Aqsa juga dapat menyempatkan untuk berkunung ke Royal tombs dan monastery. Ketika Sahabat Tour Aqsa ingin mendapatkan pemandangan yang berbed, cobalah untuk telusuri bukit di depan situs untuk melihatnya dari atas. Waktu yang dibutuhkan untuk hiking ke atas hanyalah sekitar 1 jam saja.

Inilah Batu Yang Menjadi Tambatan Buraq di Al Aqsa

Tampaknya Sahabat Tour Aqsa pun juga memahami bahwa salah satu tempat yang dianggap istimewa di Aqsa iaah tempat yang menjadi bagian peristiwa isra’ Mi’raj yang dilakukan Nabi Muhammad Saw. Tempat istimewa yang menjadi bagian dari peristiwa istimewa tersebut salah satunya ialah tempat berpijaknya kaki Nabi Muhammad Saw pada saat hendak naik ke langit dan menaiki buraq. Diyakii bahwa tempat pijakan Nabi Muhammad Saw kala itu ialah sebuah batu yang disebut batu Ash – Shakhra. Diketahui bahwa batu itu berada di sekitar Masjid Ash – Shakhra yang juga dijuluki dengan nama Dome of the Rock. Perlu Sahabat Tour Aqsa ketahui bahwa Masjid ini didirikan atas perintah Khalifah Umar bin Khattab pada tahun 15 H/636 M yakni pada saat tentara Islam berhasil menaklukkan Palestina (Yerusalem) dari tangan Israel. Oleh karena itu, ada pula yang menyebutnya dengan nama Masjid Umar. Hingga kini, batu tersebut tersimpan dengan baik didalam Masjid Ash – Shakhra tersebut.

Tak sedikit pihak yang mengaitkan batu yang sebagai tempat berpijaknya kaki Nabi Muhammad Saw dan tambatan buraq tersebut dengan kisah mistis yakni batu terapung. Konon katanya batu tersebut mulanya juga ingin ikut naik bersama Nabi Muhammad Saw, namun beliau melarangnya. Karena sudah sempat naik (mengambang), Nabi Muhammad Saw memerintahkannya untuk berhenti sehingga menjadi terapung. Kisah ini diungkapkan oleh banyak pihak untuk merusak keimanan umat Islam. Bahkan, di internet banyak beredar foto – foto batu yang seolah – olah terapung (mengambang). Padahal, foto tersebut adalah hasil rekayasa. Karena sesungguhnya, pada batu tersebut terdapat penyangga dibawahnya.

Menilik Masjid Muhammad Ali Pasha

Sahabat Tour Aqsa perlu menegtahui bahwa Masjid Muhammad Ali pasha menjadi Landmark Kairo, Ibukota Mesir. Lokasi Masjid Muhammad Ali pasha ini terletak di puncak Benteng Shalahuddin. Karena itulah kemegahan masjid ini nampak dari kejauhan, terlebih dilihat dari arah bandara internasional Kairo. Namun sebaliknya, pada saat Sahabat Tour Aqsa berada di lingkungan Masjid Muhammad Ali Pasha maka akan terlihat semua sudut kota Kairo, termasuk Sungai Nil dan 3 Piramida Giza. Diketahui bahwa Masjid ini dibangun pada tahun 1830 dan selesai pembangunan pada tahun 1848 yakni sekitar 7 abad setelah berdirinya benteng Shalahuddin yang dikenal dengan Qal’ah Shalahuddin atau Citadel Shalahuddin. Penamaan benteng ini dinamakan dengan Qal’ ah Shalahuddin ialah karena benteng tersebut dibangun oleh Shalahuddin Al Ayyubi. Diketahui bahwa Shalahuddin dikenal karena kepemimpinan, kekuatan militer serta sifatnya yang ksatria dan pengampun pada saat ia berperang melawan tentara salib. Sultan Shalahuddin Al Ayyubi merupakan seorang ulama. Menurut sejarah, Shalahuddin Al Ayyubi membangun benteng pertahanan di antara tahun 1176 dan 1183 M yakni beberapa tahun setelah mengalahkan Dinasti Fatimiyah.

Tujuan Shalahuddin membangun Qal’ ah ialah untuk membendung dan melindungi Mesir dari tentara Salib. Lalu Shalahuddin membangun dinding yang mengelilingi dua pusat kota ketika itu yakni Kairo dan Fustat. Benteng tersebut hingga kini masih berdiri kokoh dan berlokasi tak jauh dari pusat Kota Kairo modern. Perlu Sahabat Tour Aqsa ketahui bahwa kemegahan Benteng Shalahuddin menambah kemegahan Masjid Ali. Masjid Ali tampak megah dengan dinding yang dilapisi alabaster yakni salah satu batu jenis marmer. Oleh karena itu, Masjid Ali dikenal juga sebagai Masjid Alabaster. Pembangunan Masjid Ali ini sebagai tanda penghormatan kepada Raja Muhammad Ali Pasha yang memerintah Mesir saat itu. Kemegahannya pun karena bangunannya bergaya Ottoman dengan dua buah menara yang ramping dan runcing yang mengapit sejumlah kubah kecil dan kubah utama. Sekedar informasi bagi Sahabat Tour Aqsa bahwa Masjid Ali Pasha merupakan masjid yang menyerupai Masjid Aya Sofia di Istanbul, Turki. Karena itulah, Masjid Ali menjadi tujuan utama para wisatawan ataupun tamu negara yang berkunjung ke kota Kairo Mesir.

Inilah sekilas ulasan informasi bagi Sahabat Tour Aqsa yang hendak melaksanakan berlibur dan mendaftar Paket Travel Tour Aqsa Jordan Mesir 2022. Hendaknya Sahabat Tour Aqsa tak lupa untuk mempersiapkan perlengkapan sebelum berlibur.  Sahabat Tour Aqsa dapat mengumpulkan informasi yang dapat menjadi bekal sebelum berangkat ke Al – Aqsa sembari menunggu keberangkatan. Tentunya, jika Sahabat Tour Aqsa mendaftar Tour Aqsa ini dijamin akan mendapatkan kesan yang berbeda. Semoga informasi yang disajikan dapat bermanfaat bagi Sahabat Tour Aqsa sekalian. Tour Aqsa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *