Tour Aqsa Jakarta 2024

Tour Aqsa Jakarta 2024

Tentunya Sahabat Tour Aqsa telah memahami bahwa banyak sekali tempat yang menjadi kisah peristiwa – peristiwa penting bagi umat islam, salah satunya ialah Aqsa. Pasti Sahabat Tour Aqsa tak asing lagi saat mendengar kata Aqsa. Karena Al – Aqsa telah dikenal dengan kawasan Masjidnya yang memiliki kisah istimewa bagi umat islam. Dan istimewanya, Masjidil Aqsa yang berada di Aqsa inilah yang menjadi bangunan masjid tertua kedua di dunia serta pernah dijadikan sebagai kiblat pertama umat islam. Istimewa sekali kan? Karena inilah banyak umat islam yang ingin berkunjung ke Aqsa untuk mengetahui secara keseluruhan Masjidil Aqsa yang dianggap istimewa ini. Bentuk kesitimewaan lainnya pun Allah menjanjikan bahwa siapa saja yang shalat di Masjidil Aqsa akan diberi pahala yang berlipat ganda. Sungguh luar biasa kan? Jika Sahabat Tour Aqsa ingin merasakan juga bagaimana rasanya beribadah di Masjidil Aqsa sembari mengelilingi secara langsung bangunan yang penuh sejarah ini, Sahabat Tour Aqsa dapat langsung mendaftar Tour Aqsa ataupun Tour Aqsa Jordan Mesir ke Satutours Travel. Dengan mendaftar Tour ini Sahabat Tour Aqsa akan merasa terkesan dengan liburan yang dijalani. Cobain deh, seru banget! Untuk Sahabat Tour Aqsa yang saat ini sedang mengumpulkan biaya, Sahabat Tour Aqsa bisa mendaftar Tour Aqsa Tahun 2024. Bagi Sahabat Tour Aqsa yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut seputar Tour Aqsa Jakarta 2024, yuk coba simak informasi dibawah ini!

Pentingnya Al – Aqsa Bagi Umat Islam

Alasan dibalik pentingnya Al – Aqsa bagi umat islam ialah karena Masjidil Aqsa pernah menjadi kiblat yang pertama kali untuk umat islam. Kiblat pertama yang berada di Masjidil Aqsa ini dikenal dengan Baitul Maqdis. Tahukah Sahabat Tour Aqsa bahwa Baitul Maqdis memiliki arti rumah yang suci. Baitul Maqdis ini ialah sebutan untuk kawasan kompleks Masjidil Aqsa. Seorang ahli hadis dan hukum fiqih yakni Abdullah bin Umar pun menjelaskan bahwasannya Baitul Maqdis ini menjadi salah satu tempat para nabi untuk beribadah. Tak hanya ini saja, akan tetapi ada alasan – alasan lain yang menjadikan Aqsa itu penting bagi umat islam. Apa saja? Berikut lebih jelasnya.

  1. Tempat Singgah Nabi

Meskipun arah kiblat telah berpinah, akan tetapi umat Islam pada saat itu tak langung mengesampingkan kedudukan Masjidil Aqsa atau Baitul Maqdis ini. Karena seperti yng telah diketahui bahwa Masjidil Aqsa ini telah memiliki kesitimewaan tersendiri bagi umat Islam. Bahkan Masjidil Aqsa ini tercantum dalam Al Qur’an sebagai tempat yang mulia. Tentunya amat luar biasa kan? Pada saat peristiwa Isra Mi’raj, Nabi Muhammad juga diperjalankan oleh Allah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Peristiwa Isra Mi’raj ini terjadi sekitar tahun ke – 9 sejak Nabi Muhammad Saw diangkat sebagai Rasul. Saat itu, Nabi Muhammad Saw didampingi oleh malaikat Jibril melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, untuk kemudian naik ke Sidratul Muntaha dan menerima perintah sholat dari Allah.

  1. Perihal Letak Kiblat

Ketika berada di Madinah, Nabi Muhammad Saw beserta para sahabatnya sedang shalat dengan menghadap ke Masjidil Aqsa. Hal ini terus dilakukan selama 16 bulan lamanya. Hingga suatu ketika pada saat Nabi Muhammad sedang melaksanakan shalat di sebuah masjid di Madinah, turunlah wahyu surat Al Baqarah ayat 144. Dalam surat tersebut, Allah memerintahkan umat islam agar memalingkan wajahnya ke Masjidil Haram. Nabi Muhammad Saw pun sebenarnya sudah lama menginginkan berpindahnya kiblat tersebut. Dalam sebuah riwayat hadis, diceritakan bahwa Nabi Muhammad Saw sebelumnya sering melihat ke langit dan berdoa agar Allah berkenan memindahkan kiblat ke Baitullah. Kemudian Allah Swt kemudian menjawab doa Rasulullah dalam surat Al Baqarah ayat 144 yang isinya “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan”

  1. Diperbarui Setelah Nabi Muhammad Saw Wafat

Selepas Nabi Muhammad Saw wafat dan Umar Bin Khattab menjadi khalifah, Masjidil Aqsa untuk pertama kalinya melakukan pengembangan. Ini terjadi tepatnya pada tahun 638 Masehi. Pembangunan Masjidil Aqsa ini terus berlanjut hingga kepemimpinan Al Walid. Pada saat itu, kubah Masjidil Aqsa mulai dibangun beserta dengan bangunan di sekelilingnya. Pembangunan ini dilakukan karena semakin banyaknya jamaah yang datang ke masjid itu. Meskipun Masjidil Aqsa mengalami pembangunan, akan tetapi bentuk asli masjid ini tak mengalami perubahan. Masjidil Aqsa ini tetap dengan bangunan yang sama dan kini usianya mencapai sekitar 13 abad. 

Kini Jamaah Tuna Rungu Dapat Mendengarkan Khutbah di Masjidil Aqsa

Perlu Sahabat Tour Aqsa ketahui bahwa bagi Jamaah yang berada di Masjidil Aqsa yang tunarungu, kini dapat memahami khutbah shalat Jum’at loh. Dalam shalat Jum’at yang diselenggarakan di Masjidil Aqsa saat ini telah disediakan penerjemah untuk jamaah yang tuna rungu. Seseorang penerjemah tersebut bernama Thaer Daraghmeh yang bertugas membantu menerjemahkan khutbah ke dalam bahasa isyarat. Daraghmeh menyatakan bahwasannya menerjemahkan khutbah untuk jamaah tuna rungu yang berada di Masjidil Aqsa ini menjadi salah satu mimpinya sejak bertahun – tahun yang lalu. Hal yang dilakukan ini berawal dari menghubungi dan memanggil jamaah yang tunarungu satu persatu. Kemudian mengundang mereka untuk datang ke Masjidil Aqsa setiap Jum’at. Tentunya hal ini membangkitkan semangat jamaah tuna rungu untuk tetap semangat beribadah. Terdapat sebuah organisasi lokal yang menggagas ide penerjemah untuk jamaah khusus tuna rungu di Masjidil Aqsa. Mereka menyediakan penerjemah bahasa isyarat untuk memfasilitasi jamaah yang tunarungu. Di setiap shalat Jum’at, terdapat beberapa orang penerjemah yang ditugaskan untuk membantu jamaah tunarungu memahami khutbah yang sedang disampaikan. Gerakan ini untuk mendorong jamaah Palestina yang tunarungu untuk menghadiri kegiatan ibadah di Masjid Al Aqsa.

Hal ini pun telah disambut baik oleh jamaah tuna rungu yang berada di Masjidil Aqsa. Salah satu orang jamaah tuna rungu yang bernama Muhammad mengatakan bahwasannya ia merasa sangat senang karena jamaah tuna rungu akhirnya dapat datang dan beribadah ke Masjidil Aqsa dengan nyaman. Sebenarnya ia telah terbiasa dengan tak adanya penerjemah setiap ada ceramah atau khutbah. Menurut Muhammad, jamaah tuna rungu dahulu memang tak dapat memahami apa yang sedang dibicarakan pada saat ada ceramah, khotbah atau pada saat ada perkumpulan kegiatan keagamaan. Muhammad menceritakan bahwa orang – orang yang tuna rungu biasanya hanya dapat hadir secara fisik  namun tak dapat memahami isi dari pertemuan tersebut. Akan tetapi hal ini hanya dapat dilakukan pada saat Hari Jum’at saja. Karena terdapat peraturan ketat dari pihak Israel bagi warga Palestina yang tinggal di Yerusalem hanya dapat beribadah di Masjidil Aqsa pada hari Jum’at di bulan Ramadhan. Kawasan Masjidil Aqsa ini memang dikenal menjadi tempat suci bagi tiga agama yakni Islam, Nasrani dan Yahudi. Di dalam Kompleks Masjidil Aqsa ini pun terdapat situs suci yang diyakini oleh ketiga agama tersebut.

Fakta Bangunan di Kompleks Masjidil Aqsa

Beragam sekali fakta yang ada perihal Masjidil Aqsa yang menjadi masjid kedua yang dibangun di bumi setelah Masjidil Haram ini. Para ulama pun menjelaskan bahwa Masjidil Aqsa ini dibangun oleh Nabi Adam AS dan Selisih pendirian Masjidil Aqsa dengan Masjidil Haram sekitar 40 tahun. Wah, cukup lama kan? Nah, bagi Sahabat Tour Aqsa yang ingin menegtahui beragam fakta yang ada seputar Masjidil Aqsa, yuk simak berikut ini.

  1. Lokasi Syiar Anbiya

Menurut sejarah yang ada, sedari awal Masjidil Aqsa didirikan telah menjadi pusat syiar para nabi yang diutus oleh Allah Swt. Masjid yang berada di kota tua Yerusalem ini menjadi tempat bagi beberapa nabi antara lain Nabi Ibrahim AS, Nabi Ishaq AS, Nabi Ya’qub AS, Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS, Nabi Zakaria AS, Nabi Yahya AS, Nabi Yunus AS dan Nabi Isa AS.

  1. Kompleks Dengan Beberapa Bangunan

Perlu Sahabat Tour Aqsa ketahui bahwa Masjidil Aqsa ini bukan hanya terdiri dari satu bangunan saja. Karena masih banyak yang beranggapan bahwa Masjidil Aqsa umumnya masjid dengan kubah berwarna kuning atau keemasan. Padahal masjid ini merupakan Qubbatu Sakhrakh atau Dome of The Rock. Sebetulnya, Masjidil Aqsa ialah kompleks yang mencakup beberapa bangunan di dalamnya. Diantaranya Qubbatus Ash – Sakhrakh, Al – Jami’ Al – Qibli yang menjadi pusat dari Masjidil Aqsa dan Musholla Mawarni.  Nabi Muhammad Saw juga pernah meginjakkan kakinya di Masjidil Aqsha saat peristiwa Isra’ Mi’raj. Banyak yang meyakini bahwasannya pijakan kaki Nabi Muhammad Saw ini masih ada di sebuah batu yang terdapat di Dome of The Rock.

  1. Luas Masjidil Aqsa Tak Bertambah dan Tak Berkurang

Tahukah Sahabat Tour Aqsa bahwa luas Masjidil Aqsa ini diketahui tak bertambah dan tak berkurang. Tak seperti halnya dengan luas Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang terus diperluas. Sejak awal dulu, Masjidil Aqsa ini memiliki luas sekitar 144 hektar. Ada hal yang istimewa dibalik luasnya bangunan ini yakni siapa saja yang mendirikan shalat di dalam kompleks, baik di bawah pepohonan, di teras bangunan, di Qubbatus Sakhrakh atau Jami’al Qibli, maka ia akan mendapat pahala shalat yang berlipat ganda. Luar biasa kan? Nabi Muhammad Saw pun pernah bersabda bahwasannya “Satu shalat di masjidku lebih utama dari empat shalat di Masjid al-Aqsha, dan Masjid al-Aqsha adalah tempat shalat yang baik. Dan hampir tiba suatu masa, dimana seseorang memiliki tanah seukuran tali kekang kudanya, dari tempat itu terlihat Baitul-Maqdis, hal itu lebih baik baginya dari dunia seluruhnya atau beliau mengatakan lebih baik dari dunia dan segala yang ada di dalamnya”.

Sekilas Kisah Shalahuddin Al – Ayubbi Sebagai Pahlawan Aqsa

Sepertinya Sahabat Tour Aqsa sudah tak lagi asing saat mendengar nama Shalahuddin Al – Ayubbi. Memanglah nama ini tak terdengar asing, sebab Shalahuddin Al – Ayubbi inilah yang menjadi pembebas Aqsa pada masanya. Perlu Sahabat Tour Aqsa ketahui bahwa Shalahuddin Al – Ayyubi merupakan laki-laki dari kalangan ‘ajam atau non arab yang berasal dari suku Kurdi. Shalahuddin Al – Ayubbi lahir pada tahun 1138 M di Kota Tikrit, Irak. Ia dikenal melengkapi orang – orang besar dalam sejarah Islam yang bukan berasal dari bangsa Arab seperti Imam Muslim, Imam Bukhari, Imam Tirmidzi, dll. Karena ada alasan tertentu lah yang menyebabkan kelahiran Shalahuddin memaksa ayahnya untuk meninggalkan Tikrit sehingga sang ayah merasa kelahiran anaknya ini menyusahkan dan merugikannya. Akan tetapi pada saat itu terdapat orang yang menasihatinya “Engkau tak pernah tahu, bisa jadi anakmu ini akan menjadi seorang raja yang reputasinya sangat cemerlang.” Dari Tikrit, keluarga Kurdi ini berpindah menuju Mosul. Sang ayah yang bernama Najmuddin Ayyub ini tinggal bersama seorang pemimpin besar lainnya yakni Imaduddin az – Zanki. Imaduddin az – Zanki memuliakan keluarga ini dan Shalahuddin Al – Ayubbi pun tumbuh di lingkungan yang penuh keberkahan dan kerabat yang terhormat. Lingkungan baru inilah yang membuat dia belajar menunggang kuda, menggunakan senjata bahkan tumbuh dalam lingkungan yang sangat mencintai jihad. Di tempat ini pula Shalahuddin Al – Ayubbi kecil mulai mempelajari Alquran, menghafal hadis – hadis Nabi Muhammad Saw serta mempelajari bahasa dan sastra Arab dan ilmu-ilmu lainnya. Inilah beberapa penggalan kisah tentang Shalahuddin Al – Ayubbi antara lain :

  1. Menjadi Menteri Saat di Mesir

Tahukah Sahabat Tour Aqsa bahwa sebelum kedatangan Shalahuddin al-Ayyubi, Mesir menjadi wilayah kekuasaan kerajaan Syiah, Daulah Fathimiyah. Akan tetapi, pada masa selanjutnya yakni Dinasti Fathimiyah yang berjalan stabil mulai digoyangkan oleh gejolak di dalam negerinya. Orang – orang  Turki, Maroko dan Sudan mengharapkan adanya perubahan. Ketika itu Nuruddin Mahmud yakni paman Shalahuddin menemukan sebuah peluang untuk menaklukkan kerajaan Syiah ini. Paman Shalahuddin berpandangan bahwa penaklukkan Daulah Fathimiyyah menjadi jalan lapang untuk membebaskan Jerusalem dari kekuasaan Pasukan Salib. Kemudian Nuruddin dengan sungguh melakukan keinginannya tersebut. Ia mengirim pasukan dari Damaskus yang dipimpin oleh Asaduddin Syirkuh untuk membantu keponakannya yakni Shalahuddin al-Ayyubi, di Mesir. Mengetahui kedatangan pasukan besar ini, sebagian Pasukan Salib yang berada di Mesir pun pergi sehingga yang dihadapi oleh Asaduddin dan Shalahuddin hanya orang – orang Fathimyah saja.

Daulah Fathimiyah ini berhasil dihancurkan dan Shalahuddin diangkat menjadi mentri di wilayah Mesir. Akan tetapi tak berlangsung lama saat menjabat sebagai menteri di Mesir. Sekitar dua bulan kemudian Shalahuddin diangkat sebagai wakil dari Khalifah Dinasti Ayyubiyah. Selama dua bulan memerintah Mesir, Shalahuddin Al – Ayubbi membuat beberapa kebijakan progresif yang menunjang visi kedepan. Ia membangun dua sekolah besar berdasarkan madzhab Ahlussunnah wal Jamaah. Hal ini ia tujukan untuk memberantas pemikiran Syiah yang sudah lama hadir di Mesir. Hasilnya bisa Sahabat Tour Aqsa rasakan hingga saat ini bahwa Mesir menjadi salah satu negeri pilar dakwah Ahlussunnah wal Jamaah atau Sunni. Kebijakan lainnya yang ia lakukan adalah mengganti penyebutan nama-nama khalifah Fathimiyah dengan nama – nama khalifah Abbasiyah dalam khutbah Jumat.

  1. Saat Penaklukan Al – Aqsa

Tahukah Sahabat Tour Aqsa bahwa persiapan Shalahuddin Al – Ayubbi untuk menyerang Pasukan Salib di Yerusalem benar – benar telah dipersiapkan dengan matang. Shalahuddin telah menggabungkan persiapan keimanan dan persiapan materi yang luar biasa. Persiapan keimanan ini dibangun dengan membersihkan aqidah Syiah bathiniyah dari anggapan umat islam dengan membangun madrasah dan menjalankan dakwah, persatuan dan kesatuan umat ditanamkan dan dibangkitkan kesadaran mereka untuk menghadapi Pasukan Salib. Dengan program inilah Shalahuddin berhasil menyatukan penduduk Syam, Yaman, Irak, Hijaz, dan Maroko di bawah satu pimpinan. Dari persiapan non-materi ini terbentuklah sebuah pasukan dengan tujuan yang sama dan memiliki landasan keimanan yang kokoh. Dari segi fisik Shalahuddin mengadakan pembangunan membangun rumah sakit, markas militer, benteng-benteng perbatasan, menambah jumlah pasukan, memperbaiki kapal-kapal perang, dll. Ketika tahun 580 H, Shalahuddin Al – Ayubbi diketahui menderita penyakit yang cukup berat. Akan tetapi dari situ tekadnya untuk membebaskan Yerusalem semakin membara. Shalahuddin bertekad apabila sembuh dari sakitnya, ia akan menaklukkan Pasukan Salib di Yerusalem dan akan membersihkan tanah para nabi tersebut dari kesyirikan.

Atas izin Allah, Shalahuddin Al – Ayubbi pun sembuh dari sakit yang di deritanya. Kemudian ia berusaha untuk menepati janjinya untuk membebaskan Yerusalem. Pembebasan ini tentunya bukanlah menjadi hal yang mudah. Shalahuddin dan pasukannya harus menghadapi Pasukan Salib di Hathin terlebih dahulu, perang ini dinamakan Perang Hathin yakni perang besar sebagai pembuka untuk menaklukkan Yerusalem. Dalam perang tersebut umat islam memiliki kekuatan 63.000 pasukan yang terdiri dari para ulama dan orang – orang shaleh dan mereka berhasil membunuh 30 ribu Pasukan Salib dan menawan 30 ribu lainnya. Kemudian Pasukan Salib ini meletakkan salib besar di atas Kubah Ash – Shakhrakh. Shalahuddin dan beberapa pasukannya segera bergerak cepat ke sisi terdekat dengan Kubbatu Shakhrakh untuk menghentikan kelancangan Pasukan Salib. Kemudian umat islam berhasil menjatuhkan dan membakar salib tersebut. Setelah itu, jundullah menghancurkan menara – menara dan benteng – benteng  di al – Quds. Pasukan Salib mulai terpojok, merek tercerai-berai, dan mengajak berunding untuk menyerah. Namun Shalahuddin menjawab, “Aku tidak akan menyisakan seorang pun dari kaum Nasrani, sebagaimana mereka dahulu tidak menyisakan seorang pun dari umat Islam” (ketika menaklukkan Yerusalem) 

  1. Wafatnya Sang Pahlawan

Menurut sejarah yang ada, Shalahuddin Al – Ayubbi wafat seperti hamba Allah yang lainnya di usianya yang menuju senja. Shalahuddin Al – Ayubbi diketahui tutup usia pada usia 55 tahun yang bertepatan pada 16 Shafar 589 H atau 21 Febuari 1193 di Kota Damaskus. Shalahuddin Al – Ayubbi wafat karena mengalami sakit demam selama 12 hari. Seluruh umat islam turut kehilangan atas kepergiannya. Karena itulah, amat ramai yang menshalati jenazahnya. Bahkan anak – anak dari Ali, Utsman, dan Ghazi turut hadir menghantarkan sang ayah ke peristirahatannya.

Demikianlah informasi terkait Tour Aqsa Jakarta 2024 untuk Sahabat Tour Aqsa sekalian. Bagi Sahabat Tour Aqsa yang hendak merencanakan liburan ke Al – Aqsa, sahabat Tour Aqsa dapat percayakan pada Satutours Travel. Karena Satutours Travel merupakan jasa travel yang berkualitas dan terpercaya disertai dengan harga yang terbaik. Di samping itu, segala fasilitas dan pelayanan yang diberikan juga terbaik pula. Oleh karena itu, sahabat Tour Aqsa tak perlu ragu perihal kualitas yang disuguhkan. Semoga, informasi yang telah disajikan dapat bermanfaat bagi sahabat Tour Aqsa sekalian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *