Tour Aqsa 2023

Tour Aqsa 2023

Selagi Sahabat Tour Aqsa masih diberi nikmat sehat dan rejeki yang cukup, tentunya amat disayangkan sekali bukan jika tak memanfaatkan waktu yang ada dengan berlibur? Pastinya, Sahabat Tour Aqsa juga tak asing lagi perihal kebiasaan pergi berlibur yang kerap dilakukan kebanyakan orang guna melepas penat di keseharian. Akan tetapi, memanglah begitu adanya bahwa menjalankan berlibur ini memang berpengaruh besar terhadap kondisi Sahabat Tour Aqsa setelahnya. Cobalah rasakan perbedaannya saat sebelum berlibur dan setelah berlibur. Untuk pelaksanaan berlibur, Sahabat Tour Aqsa dapat memilih untuk berlibur di dalam negeri maupun ke lar negeri dengan mencari suasana yang berbeda. Apabila Sahabat Tour Aqsa berkeinginan untuk menjalankan liburan dengan suasana yang asik serta dapat menambah wawasan Sahabat Tour Aqsa, maka Sahabat Tour Aqsa dapat mencoba untuk berlibur dengan Tour Aqsa. Sahabat Tour Aqsa dapat segera mempersiapkan diri untuk mendaftar Tour Aqsa 2021. Bagi Sahabat Tour Aqsa yang berada di Jakarta cukup tenang dan tak usah khawatir. Pasalnya Tour Aqsa Jakarta juga hadir untuk melayani Sahabat Tour Aqsa yang hendak merencanakan berlibur. Bagi Sahabat Tour Aqsa yang sedang mempersiapkan untuk mendaftar paket Tour Aqsa 2023, yuk simak informasi berikut ini.

Menilik Museum Islam Dekat Masjid Al – Aqsa

Seperti yang Sahabat Tour Aqsa ketahui bahwa Masjid Al – Aqsa adalah masjid yang berada di kompleks bangunan suci di Kota Lama Yerusalem Timur. Tahukah Sahabat Tour Aqsa bahwa kawasan Al – Aqsa ini merupakan tanah suci bagi tiga agama yakni Islam, Kristen dan Yahudi. Bagi Sahabat Tour Aqsa yang hendak berkunjung ke Al – Aqsa, tentunya jangan sampai melewatkan destinasi wisata yang lekat akan sejarahnya. Salah satunya ialah Museum islam atau yang biasa disebut Islamic Museum.  Sahabat Tour Aqsa hendaknya tak melewatkan untuk berkunjung ke museum ini, karena dekat dengan masjid Al – Aqsa.Banyak yang masih belum mengetahui jika ternyata terdapat Museum Islam di dekat Masjid Al Aqsa. Di Museum Islam ini tersimpan harta yang tak ternilai di sana. Mulai dari jubah pasukan Perang Salib hingga kain penutup Kabah. Tentunya peninggalan ini menjadi sesuatu yang luar biasa. Karena peninggalan tersebut turut menjadi saksi bisu terjadinya peristiwa bersejarah di masa lalu. Bangunan Museum islam atau Islamic Museum ini mirip seperti bangunan – bangunan disekitarnya. Akan tetapi sayangnya tak ada papan maupun plang besar yang bertuliskan Islamic Museum di bangunan tersebut. Oleh karena itulah, terkadang banyak wisatawan yang melewatkan untuk berkunjung ke Islamic Museum dikarenakan tak tahu.

Menurut sejarah, Islamic Museum telah berdiri sejak tahun 1923. Museum ini dibangun atas sumbangsih Islamic Awqaf Department, semacam badan wakaf di Yerusalem yang bertujuan untuk mengamankan benda-benda peninggalan bersejrah umat Muslim di Yerusalem dan sekitarnya. Museum ini pun juga mendapat bantuan dari Jordanian Ministry of Awqaf, badan wakaf dari Yordania. Islamic Museum ini terbilang tidak luas. hal ini dikarenakan bangunannya hanya berdiri di tanah seluas 1.000 meter persegi saja. Jauh dari kata megah dan mewah seperti museum-museum Islam di negara-negara Timur Tengah. Situs Palestinian American Research Center (PARC) memaparkan jika kondisi dari islamic museum ini seadanya saja. Di dalam Islamic Museum peninggalan yang paling bersejarah adalah peninggalan-peninggalan para prajurit Romawi yang melawan para tentara Muslim demi memperebutkan tanah suci Yerusalem dalam Perang Salib. Perang yang berlangsung cukup panjang yakni dari tahun 1098 hingga tahun 1400-an.

Apa saja peninggalan-peninggalannya yang tersisa? Terdapat pakaian prajurit Romawi berupa jubah yang terbuat dari besi lengkap dengan pedang yang beragam ukuran. Selain itu tak ketinggalan pula, Aneka ragam pedang dari pasukan Umat Muslim. Tak hanya itu saja, Islamic Museum pun menyimpan sejarah pilu masyarakat Palestina. Terlebih pada tahun tahun 1990 yakni terjadi suatu tragedi yang terjadi di kawasan komplek Masjid Al Aqsa dikala umat Muslim sedang melangsungkan salat Zuhur dan ditembaki. 20 Orang tewas dan puluhan orang lain luka-luka. Tragedi yang juga disebut dengan sebutan Black Monday. Kemudian 17 Pakaian dari korban yang meninggal tersebut, disimpan di dalam Islamic Center. Kabar yang beredar, noda darah yang menempel di pakaiannya hingga kini masih basah dan terlihat jelas. Selebihnya, isi dari islamic museum ialah berbagai artefak Muslim seperti kaligrafi, manuskrip-manuskrip Al Quran dan lainnnya pun terdapat di Islamic Museum. Terdapat alas untuk membaca Al Quran, tempat perhiasan dan lainnya yang usianya ratusan tahun. Bahkan, salah satu kain penutup Kabah -kiblatnya umat Muslim untuk salat- juga ada di sana. Wah menarik sekali ya? Islamic Museum hanya buka dari pukul 15.00 sampai 18.00 waktu setempat. Tak ada biaya untuk masuk ke dalamnya, namun para pengunjung dilarang menyentuh apalagi merusak koleksinya. Sebab, beberapa koleksi tidak disimpan dalam kotak kaca. Tak berlebihan sepertinya, jika menyebut Islamic Museum bagaikan harta karun dengan segala koleksinya. Karena begitu berharganya peninggalan – peninggalan yang menjadi saksi bisu atas segala peristiwa yang pernah terjadi di Al – Aqsa

Keunikan Yang Melekat Pada Al – Aqsa

  1. Interior Bangunannya Istimewa

Sahabat Tour Aqsa perlu mengetahui bahwa ukiran yang berada di dalam masjid Al – Aqsa serta bentuk kubahnya dipengaruhi arsitektur Bizantium. Hal menarik terkait Masjid al-Aqsha ini merupakan sebagai kiblat pertama umat Islam dan merupakan salah satu tempat Rasulullah Saw dalam perjalanan Isra. Dalam as-Sirah, ketika menjelaskan peristiwa Isra Mi’raj, Ibnu Ishaq menuturkan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yaitu Baitul Maqdis di Ilya.”

“Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami… (QS. al-Isra: 1).

  1. Berada di Kompleks Kota Tua Yerusalem

Tentunya Sahabat Tour Aqsa sudah tak asing lagi bahwa Yerusalem merupakan salah satu kota tertua yang ada di dunia. Pada jaman dahulu, konon katanya kota Yerusalem ini pernah berulang kali direbut, ditaklukan, dihancurkan dan dibangun kembali oleh berbagai pihak serta seakan setiap lapisan buminya mengungkapkan berbagai potongan sejarah masa lalu. Kota Tua Yerusalem ini  diketahui mencakup banyak situs suci dari tiga agama yakni Islam, Yahudi, dan Kristen. Masjidil Aqsa sendiri ialah bangunan yang mencakup Kubah Batu (Dome of Rock) yang berkubah emas, Masjid Qibly, Masjid Buraq, dan Masjid Marwani. Masjid Qibly yang biasa disebut Masjid al-Aqsa karena paling dekat dengan kiblat di Kabah, Mekah. Kompleks masjid-masjid ini dinamakan Masjidil Aqsa atau kompleks Al-Haram Asy-Syarif. Masjid Qubbat as-Sakhrah atau Masjid Kubah Batu dikenal dengan sebutan Dome of the Rock. Kaum Yahudi biasa menyebutnya dengan sebutan Temple Mount (Gunung Kuil). Bangunan tersebut adalah sebuah bangunan yang terletak di tengah-tengah kompleks Al-Haram asy-Syarif, Masjid Al-Aqsa, di Kota Yerusalem.  Masjid ini biasanya disebut juga dengan Masjid Umar. Pembangunan masjid ini dimulai ketika Yerusalem jatuh ke dalam kekuasaan Islam pada era Khalifah Umar bin Khattab.

  1. Seni Bangunan Agung Islam Pertama

Qubbat As-Sakhrah menjadi salah satu seni bangunan agung Islam pertama yang didirikan pada tahun 685 M hingga 691 M oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan yakni khalifah Kerajaan Ummaiyyah. Kubah ini dibangun sekitar setengah tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad Saw. Inilah masjid pertama yang menggunakan kubah dalam sejarah arsitektur Islam. Interior Masjid Kubah Batu dihiasi dengan arabesk yakni hiasan berbentuk geometris, tanaman rambatan serta ornamen kaligrafi. Unsur hiasan ini sempat menjadi ciri khas arsitektur Islam sejak abad ke-7 M. Hingga saat ini, kaligrafi masih menjadi ornamen yang menghiasi interior bangunan sebuah masjid. Pembangunan masjid berkubah ini sepenuhnya dikerjakan dua orang Muslim yang berasal Palestina yakni Raja’ bin Hayat dari Bitsan dan Yazid bin Salam dari Jerusalem. Pembangunan kubah diawali oleh Khalifah Abdul bin Marwan yang terdiri atas tiga tingkatan. Tingkatan pertama dan kedua memiliki tinggi yang mencapai 35,3 meter. Secara keseluruhan, tinggi masjid mencapai 39,3 meter. Bagian dalamnya terdapat ruangan yang terdiri atas tiga koridor yang sejajar melingkari batu (sakhrah). Koridor bagian dalam merupakan lantai tawaf yang langsung mengelilingi batu, seperti tempat tawaf di Masjidil Haram. Dipenuhi ukiran-ukiran model Bizantium, di dalamnya terdapat mihrab-mihrab besar. Jumlahnya 13 buah dan masing-masing mihrab terdiri atas 104 mihrab kecil. Untuk memasukinya, ada empat pintu gerbang besar yang masing-masing dilengkapi atap.

  1. Bangunan Yang Penuh Berkah

Dikutip dari Ensiklopedia Sirah Nabi Muhammad, bahwa disebut aqsa (terjauh) karena memang jauhnya jarak antara Masjidil Aqsha dengan Masjidil Haram. Bagi umat Islam, Masjidil Aqsa adalah masjid yang hendaknya untuk diziarahi. Allah Swt menyebut Masjidil Aqsha sebagai tempat yang sekelilingnya diberkahi. Berkah tersebut mencakup keberkahan dalam bidang agama dan bidang dunia. Keberkahan di bidang agama karena merupakan tempat turunnya para nabi, sedangkan keberkahan dunia karena dikelilingi oleh kebaikan-kebaikan duniawi, yaitu terdapatnya sungai-sungai, pohon-pohon, dan buah-buahan yang semua itu menjadi sebab terpenuhnya kehidupan dan bahan makanan. Masjidil Aqsa adalah masjid kedua yang dibangun di atas bumi sebagaimana hadits Abu Dzar yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan muslim. Dia berkata, “Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah! Masjid manakah yang pertama dibangun di mukan bumi?’ Beliau menjawab, ‘Masjidil Haram.’ Aku bertanya lagi, ‘Kemudian masjid mana?’ Beliau menjawab, ‘Masjidil Aqsa.’ Aku bertanya lagi, ‘Berapa jarak (pembangunan) antara keduanya?” Beliau menjawab, ‘Empat puluh tahun.’”

  1. Pembangunan Masjid Al – Aqsa

Tahukah Sahabat Tour Aqsa sekalian bahwa terdapat perbedaan pendapat mengenai siapakah yang pertama membangunnya. Pendapat pertama menyatakan bahwa yang pertama adalah salah seorang putra Nabi Adam AS. Pendapat kedua menyatakan bahwa yang pertama membangunnya adalah para malaikat kemudian sebagian besar para nabi merawatnya. Disebutkan bahwa Nabi Ibrahim AS memperkokoh bangunannya. Demikian pula yang dilakukan oleh Nabi Ya’qub AS dan yang dilakukan Nabi Dawud AS serta putranya, Nabi Sulaiman AS, ketika umat Islam menaklukan Al-Quds pada tahun 15 Hijriah. Khalifah Umar ibnu al-Khaththab memasuki pelataran Masjidil Aqsha dan mengatakan, “Demi Allah! Inilah masjid Dawud AS, Rasulullah Saw telah mengabarkan kepada kami bahwa di sinilah beliau di-isra’-kan.” Umar ra lalu memerintahkkan agar Masjidil Aqsa dipugar.

  1. Menjadi Perhatian Para Khalifah

Semenjak ditaklukkan oleh umat Islam, masjid Al – Aqsa tersebut menjadi perhatian para khalifah. Adapun yang paling terkenal melakukan pemugaran adalah al-Walid bin Abdil Malik yang berasal dari Daulah bani Umayah pada tahun 72 Hijriah. Pada tahun 1099 Masehi, Pasukan Salib menyerbu kota al-Quds, mengepung, mendudukinya, serta membantai laki-laki, perempuan, dan anak-anak. Panglima Salib Raymonf memasuki pelataran Masjidil Aqsa di antara mayat-mayat yang berserakan dan darah yang mengalir. Al Quds jatuh di bawah pendudukan Tentara Salib selama 91 tahun. Kegelapan al-Aqsa tidak berlangsung lama sebab atas izin Allah, pada tahun 1887 Masehi, Shalahuddin al-Ayyubi berangkat menuju al-Quds dan berhasil merebutnya kembali. Setelah itu, para khalifah Daulah bani Ayyubiyah memberikan perhatian terhadap Masjidil Aqsa.

  1. Menjadi Destinasi Yang Populer

Masjidil Aqsa yang disebut juga dengan Baitul Maqdis kini sangat populer di Palestina dan dunia. Saat wilayah tersebut di bawah cenkeraman Yahudi-Israel. Masjidil Aqsa adalah satu dari tiga masjid yang menjadi tujuan perjalanan reliqi karena disunnahkan mendatangi dan berziarah ke sana.Kota tempat Masjidil Aqsa berdiri disebut kota al-Quds, kaum Yahudi menyebutnya Yerusalem . Sebuah nama berbahasa Arab yang mereka ubah menjadi Orsalim. Sama halnya mereka mengubah Birsyabi dari yang semula Bi’r as-Sab’. Masjidil Aqsa merintih dan meminta belas kasih dunia, semenjak Yahudi – Israel merampas dan menjajah al-Quds pada tahun 1967 Masehi.

Aqsa Sebagai Saksi Bersejarah Isra’ Mi’raj

Saat peristiwa Isra Mi’raj yang dijalani oleh Nabi Muhammad Saw, Allah Swt telah memilih Palestina sebagai tempat isra’nya Nabi Muhammad Saw dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Dari tempat ini pula Nabi Saw bermi’raj ke langit. Dalam peristiwa ini Allah memuliakan dan mengagungkan Masjidil Aqsa dan tanah Palestina dengan menjadikan Baitul Maqdis sebagai pintu menuju langit. Di Masjidil Aqsa Allah kumpulkan para nabi bersama Nabi Muhammad Saw untuk shalat berjama’ah yang diimami oleh beliau. Semua ini merupakan bukti-bukti yang tertinggal terkait risalah tauhid yang dibawa oleh para nabi, juga berpindahnya imamah, kepemimpinan dan tanggungjawab risalah (misi) kepada umat Islam. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Saya diberi Buraq kemudian saya tunggangi hingga sampai di Baitul Maqdis terus saya ikat dengan rantai yang biasa digunakan para nabi untuk mengikat. Kemudia saya masuk masjid dan shalat dua rakaat. Selanjutnya saya dibawa mi’raj menuju langit.”

Umat Muslim meyakini bahwasannya ziarah rasulullah ke Baitul Maqdis yang saat itu dibawah penjajahan Romawi ketika isra’ dan mi’raj memiliki arti tersendiri. Hal ini merupakan isyarat dari Allah SWT terhadap nabinya untuk bangkit dan membebaskan Palestina dari penjajahan Romawi serta menegakkan syariat islam di sana. Oleh karena itulah, Rasulullah Saw kemudian mengirim pasukan ke Mut’ah (yang terkenal dengan Gazwah Mut’ah) bahkan Rasulullah memimpin langsung tentara islam pada perang Tabuk. Kemudia beliau juga mepersiapkan tentara dibawah pimpinan Usamah bin Dzaid bin Tsabit sebelum ia dipangil oleh Allah SWT. Setelah Rasulullah meninggal dunia, khalifah Abu Bakar langsung mengirimkan tentara yang telah dipersiapkan oleh Rasulullah, bahkan Khalifah mengirimkan empat pasukan besar untuk membebaskan Baitul Maqdis hingga berhasil di bebaskan setelah 700 tahun dibawah penjajahan Romawi.

Al – Aqsa Dengan Keberkahan Wilayahnya

Bukan menjadi hal yang asing bahwasannya Masjid al Aqsa merupakan kiblat pertama umat muslim. Selain itu, al Aqsa dianggap sebagai masjid kedua yang ada di dunia. Bagi umat muslim disunnahkan untuk pergi dan mengunjungi Al – Aqsa. Karena Al – Aqsa mengandung banyak sekali keistimewaan. Salah satunya ialah aphala yang di dapat ketika shalat di Masjid Al – Aqsa, pahala shalat di dalamnya pun dilipat gandakan sampai 500 kali shalat di masjid lain. Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa Al – Aqsa ini merupakan tanah yang diberkahi, berikut lebih jelasnya.

  1. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Muhammad Saw bersabda :

“Tidak boleh memaksakan perjalanan kecuali pergi ke tiga masjid: al Masjidil Haram, masjid Nabawi  dan al Masjidil Aqsa.” Rasulullah Saw bersabda, “Shalat di Masjidil Haram sebanding dengan 100 ribu kali shalat, dan shalat di masjid Nabawi sebanding dengan 1000 kali shalat, dan shalat di Baitul Maqdis (Masjidil Aqsa) sebanding dengan 500 kali shalat.” Diriwayatkan dari al Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu, “Bahwasanya Nabi Muhammad Saw ketika pertama kali tiba di Madinah adalah mengunjungi kerabatnya (keluarga ibunya) dari Anshar, bahwasanya beliau shalat menghadap ke arah Baitul Maqdis.”

  1. Diriwayatkan dari Abu Dzar al Ghifari radhiyallahu ‘anhu berkata :

“ saya bertanya kepada Nabi Muhammad Saw tentang masjid yang pertama kali dibangun di atas bumi, beliau bersabda, “al Masjidul Haram.” Saya bertanya, kemudian apa lagi?, beliau menjawab, “al Masjidil Aqsa.” Dan dari Maimunah (hamba sahaya yang dimerdekakan Nabi Muhammad Saw) radhiyallahu ‘anhu berkata, wahai Rasulullah berikan fatwa kepada kami mengenai Baitul Maqdis. Maka Nabi Muhammad Saw bersabda, “Datangilah ia dan shalatlah kalian didalamnya. Sekiranya kalian tidak bisa datang dan shalat di sana maka kirimlah minyak untuk pelita-pelitanya.”

  1. Ditegaskan dalam Al – Quran dalam Al Isra’ ayat 1 yang artinya :

Artinya: “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” ( QS. Al Isra’ : 1)

  1. Imam Thabari dalam kitab tarikhnya meriwayatkan dari Qatadah berkata :

“Mereka (kaum muslimin Madinah) shalat menghadap ke arah Baitul Maqdis, sedang Nabi Muhammad Saw waktu itu berada di Mekah belum hijrah. Ketika Nabi Muhammad Saw hijrah ke Madinah beliau shalat menghadap ke arah Baitul Maqdis selama 16 bulan, kemudia setelah itu kiblat berubah ke arah Ka’bah Baitul Haram.

  1. Ditegaskan dalam Al – Qur’an Surat Saba ayat 18 yang artinya :

Artinya: “Dan kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan.Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam dan siang hari dengan aman.” (QS. Saba’ : 18)

Ibnu Abbas berkata, maksud dari al qura allati barakna fiha (antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya ) ialah Baitul Maqdis. Berkah di sini bisa berarti secara fisik dan maknawi; berupa buah-buahan yang dihasilkan maupun kekayaan alamnya, atau kekhususan status dan kedudukannya juga karena Palestina merupakan tempat diutusnya para nabi dan tempat turunnya para malaikat.

Itulah sekilas informasi yang dapat menjadi bekal bagi Sahabat Tour Aqsa yang sedang mempersiapkan Tour Aqsa 2023. Semoga segala informasi yang disampaikan dapat berguna bagi Sahabat Tour Aqsa sekalian..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *