Tour Aqsa 2022 di Jakarta

Tour Aqsa 2022 di Jakarta

Rasa – rasanya ada yang kurang lengkap saat Sahabat Tour Aqsa di setiap harinya menjalani aktivitas yang begitu padat namun tak diselingi dengan waktu santai untuk berlibur. Sudah tergambar jelas betapa bosan dan jenuhnya perasaan dan pikiran Sahabat Tour Aqsa atas hari – hari yang dijalani selama ini. Tentunya jika rasa jenuh dan bosan kerap menghampiri Sahabat Tour Aqsa, pastinya akan membuat aktivitas yang dilakukan Sahbaat Tour Aqsa menjadi tidak maksimal kan? Hal ini karena produktivitas kerja Sahabat Tour Aqsa sudah mulai terganggu. Salah satu cara untuk mengembalikan produktivitas kerja yang optimal ialah dengan cara berlibur. Dengan Sahabat Tour Aqsa pergi berlibur, Sahabat Tour Aqsa akan mendapat banyak sekali pandangan baru yang akan mempengaruhi produktivitas kerja Sahabat Tour Aqsa sekalian. Sebab itulah, pergi berlibur amat disarankan bagi Sahabat Tour Aqsa yang sudah merasa penat dengan aktivitas yang dijalani. Cobalah untuk menyempatkan waktu untuk pergi berlibur agar Sahabat Tour Aqsa tak merasa suntuk. Bagi Sahabat Tour Aqsa yang ingin mencoba untuk berlibur ke Al – Aqsa, Sahabat Tour Aqsa dapat mencoba untuk mendaftar Tour Aqsa 2022. Sahabat Tour Aqsa dapat mendaftar di Satutours Travel dengan memilih Paket Tour Aqsa 2022 atau paket Tour Aqsa Jordan mesir 2022. Informasi lebih lanjut seputar Tour Aqsa 2022 di Jakarta, yuk simak informasi di bawah ini.

Menilik Ruang Bawah Tanah di Masjidil Aqsa

Tahukah Sahabat Tour Aqsa bahwa Masjidil Aqsa memiliki ruang bawah tanah loh.. Apabila Sahabat Tour Aqsa hendak menuju ke ruang bawah tanah, Sahabat Tour Aqsa nantinya akan melewati tangga yang cukup lebar menuju ke bawah tanah. Kemudian pada saat turun tangga, Sahabat Tour Aqsa akan melihat di sebelah kanan dan kiri terdapat pegangan besi yang panjang dan berwarna hijau. Pegangan di tangga menuju ruang bawah tanah ini cukup penting. Hal ini karena sehabis hujan, anak tangga yang terbuat dari batu marmer abu – abu kehitaman menjadi cukup licin. Karena itulah dengan adanya pegangan pada tangga ini, peziarah yang sudah sepuh juga dapat terbantu. Ketika Sahabat Tour Aqsa berjalan turun, Sahabat Tour Aqsa akan melihat tulisan di atas pintu bunker yakni “Al – Aqsa Al – Qadim”. Berlanjut saat memasuki ruang bawah tanah, Sahabat Tour Aqsa dapat menatap secara langsung lorong panjang yang bentuknya setengah lingkaran. Perlu Sahabat Tour Aqsa ketahui bahwa sebelum menapakinya, para pengunjung diwajibkan terlebih dahulu untuk membuka sandal dan sepatunya. Kemudian disimpan di rak kayu yang menempel di sisi kanan dinding.

Di sepanjang terowongan panjang yang bentuknya setengah lingkaran ini terdapat alas karpet shalat yang karpetnya berwarna merah. Biasanya para pengunjung menyempatkan untuk melaksanakan shalat sunnah tahiyatul masjid sejumlah dua rakaat. Selain terdapat karpet merah di sepanjang terowongan, ternyata dilengkapi pula adanya Al – Qur’an yang rupanya sengaja disediakan untuk dibaca oleh peziarah. Pada saat di penghujung terowongan terdapat lagi tangga turun menuju ruang yang bentuknya tak lagi setengah lingkaran. Ruangan selanjutnya ini merupakan ruangan tertutup dengan langit – langit serta dinding berwarna putih. Pada ruangan ini lantainya pun beralaskan sajadah shalat yang panjang dan berwarna merah. Selain itu, terdapat pula sejumlah pilat batu cadas yang berwarna krem. Pilar ini berukuran besar karena menjadi pondasi Masjid Al – Qibli di bagian atas. Lalu pilar batu cadasnya ini dilindungi dengan tiang – tiang beton yang kokoh. Perlu Sahabat Tour Aqsa ketahui bahwa Qasem Abu Dyyeh dalam bukunya Al Aqsa dan Ibrahimi di Tanah Palestina, Masjid Tersuci ke-3 dan ke-4 di Dunia menjelaskan bahwasannya : “Al – Aqsa Kuno terletak di bawah masjid Al-Aqsa (Qibli) dan akses masuknya melalui tangga-tangga batu yang terletak di dekat koridor tengah di sisi utara Masjid Qibli. Masjid tersebut (Masjid Al-Aqsa Kuno atau Masjid Al-Qadim – pen) adalah salah satu koridor yang terdiri dari dua koridor yang mengarah di luar Kompleks Masjid Al-Aqsa dari sisi selatan menuju istana Umayyah yang terletak di sebelah selatan Masjid Al-Aqsa di luar temboknya …”

Menurut informasi, Masjid Al – Qadim ini didirikan untuk meratakan sisi selatan Masjidil Aqsa yang bertujuan agar sama rata dengan sisi utara. Selama berabad – abad, masjid ini telah lama tak terurus dan berdebu. Kemudian hingga tahun 1998, Masjid Al – Qadim ini masih ditutup. Lalu baru dibuka kembali untuk menjadi tempat shalat permanen pada tahun 1420 H/1999 M oleh Yayasan Al – Aqsa untuk pembangunan Kota Suci yakni Al – Aqsa Foundation for Endowment and Heritage yang disponsori oleh Departemen Wakaf Islam. Kini, Masjid Al – Qadim dapat menampung sekitar 1.000 jamaah.

Sekilas Terkait Pilar Raksasa di Masjidil Aqsa   

Pastinya Sahabat Tour Aqsa pernah mengetauhi sekilas sejarah tentang Masjidil Aqsa yang menyatakan bahwa Nabi Sulaiman turut berkontribusi dalam pembangunan Masjidil Aqsa ini. Nabi Sulaiman menjadi salah satu Nabi yang diberikan Allah Swt berkah dengan banyak mukjizat, termasuk kemampuan berbicara dengan hewan dan mengendalikan jin. Dari sinilah, tak sedikit yang meyakini bahwasannya pilar – pilar raksasa yang berada di kawasan Masjidil Aqsa tepatnya berada di bawah Masjid Al – Qibli ini merupakan petilasan pekerjaan yang dilakukan oleh para jin. Jika memang benar, maka tak heran apabila ukuran dan bentuk pilarnya begitu mencengangkan. Perlu Sahabat Tour Aqsa ketahui bahwa hal ini telah tersirat di dalam Al – Qur’an surat Saba’ ayat 12 – 13 yang artinya “ Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya pada waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya pada waktu sore sama dengan perjalanan sebulan (pula) dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.” Lalu pada ayat 13 artinya “Mereka (para jin itu) bekerja untuk Sulaiman sesuai dengan apa yang dikehendakinya di antaranya (membuat) gedung-gedung yang tinggi, patung-patung, piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk-periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah wahai keluarga Dawud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.”

Bagian kanan pada pilar raksasa terdapat ruang perpustakaan. Di pintu ini terdapat kertas yang ditempel disertai kata – kata yang bermakna. Karena dipaparkan sejarah kehadiran perpustakaan ini. Diketahui bahwa nama perpustkaan ini ialah Perpustakaan Khutanya. Perlu Sahabat Tour Aqsa ketahui bahwa ketika tentara perang salib menguasai Al Quds, kawasan Masjid Jami’ Al Aqsa difungsikan untuk mendukung kegiatan militer. Hal ini mulai dari tempat tinggal para tokoh yang berada di masjid Al – Qibli, gudang penyimpanan amunisi (Masjid Al – Qadim) serta kandang kuda (Masjid Al – Marwani). Ketika Shalahuddin Al – Ayyubi membebaskan Yerusalem dari tangan tentara salib yakni pada tahun 1191 M, Lalu Masjid Al – Qadim digunakan sebagai pemondokan bagi para sufi dibawah pengawasan Syekh Ahmad bin Mohamad Shashahi. Tahukah Sahabat Tour Aqsa bahwa nama tersebut sesuai dengan kampung halamannya yakni Kota Shash, yang kini dikenal sebagai Tashkent, ibu kota Uzbekistan.

Dilanjut pada tahun 1345 M yakni pada masa pemerintahan Mamluk Muslim (1250 – 1517 M) seorang musafir atau sejarawan bernama Ibn Fadel Allah Al Omari menjelaskan bahwasannya pemondokan para sufi ini diberi nama Khutanya. Hal ini karena syekh yang bertanggung jawab atasnya adalah Syekh Al Khoutany. Sejak saat itu, bangunan Masjid Al – Qadim dikenal sebagai Khutanya. Pada masa Utsmaniyah, bangunan Masjid Al – Qadim terabaikan dan bahkan ditutup untuk umum. Untuk sementara, bangunan tersebut difungsikan sebagai gudang tempat penyimpanan saja. Lalu pada tahun pada 1996, Israel membuat geger dengan melakukan penggalian di selatan Kompleks Masjidil Aqsa. Diketahui bahwa lokasi penggaliannya amat dekat dengan dinding pemondokan sufi Khutanya. Hal ini dinilai cukup berbahaya, karena hal tersebut dapat meruntuhkan dinding – dinding di Masjid Al – Qibli, Masjid Al – Qadim dan Mushola Al – Marwani. Memang sudah tak aisng lagi bahwa Israel memiliki keinginan yang kuat untuk meruntuhkan Masjid Al – Qibli dan meratakan Masjid ash – Shakrah. Kemudian, mengubah kawasan Masjidil Aqsa menjadi tempat peribadatan Yahudi alias Kuil Sulaiman ketiga. Hal ini dikarenakan menurut keyakinan mereka, kuil tersebut akan dibangun oleh messiah yang telah dinanti – nantikan kehadirannya. Sang messiah akan membawa Israel pada masa gemilang saat masa Nabi Daud as dan Nabi Sulaiman as. Sekaligus memimpin eksodus umat Yahudi ke Israel dan menjadi pemimpin dunia dari Yerusalem.

Secuil Kisah Penggalian Israel di Ruang Bawah Tanah Masjidil Aqsa

Perlu Sahabat Tour Aqsa ketahui bahwa penggalian Israel di ruang bawah tanah di Masjidil Aqsa ini dilakukan pada tahun kemenangan Partai Likud pimpinan Benjamin Netanyahu dalam Pemilu Israel. Dalam bukunya, DR Thariq As-Suwaidan menulis bahwasannya “Ketika pertikaian sedang mencapai puncaknya, Yahudi melakukan aksi penggalian sejumlah terowongan besar di bawah Masjidil Aqsa. Pada tanggal 25 September 1996, Israel mengumumkan pembukaan terowongan terakhir tepat di bawah tembok barat. Sejumlah perwakilan resmi pemerintahan Yahudi datang untuk acara pembukaan ini. Rakyat Palestina membalas tindakan ini dengan aksi perlawanan penuh amarah, hingga terjadilah sejumlah bentrok besar melawan kelompok ekstrimis Yahudi. Akibatnya, 75 orang Palestina tewas dan 1.600 terluka.” (Hal. 492, Eksiklopedi Palestina Bergambar : Pembahasan Lengkap Seputar Sejarah Palestina Sejak Sebelum Islam Hingga Abad Modern). Menurut inforasi hal ini bukanlah menjadi penggalian yang dilakukan untuk pertama kalinya. Namun, penggalian Israel yang dilakukan di ruang – ruang bawah tanah Masjidil Aqsa ini telah dilakukan sejak tahun 1387 H/1967 M. Hal ini tersirat pada tulisan Karen Armstrong bahwasannya “Segera pula para rabi terlibat konflik sengit tentang cakupan sebenarnya dari tempat suci ini. Sebagian dari mereka berpendapat bahwa seluruh Tembok Barat adalah suci, termasuk plaza di depannya. Mereka mulai menggali ruang-ruang bawah tanah di bawah Madrasah Tanziqiyyah, membangun sebuah sinagoge di salah satu ruang bawah tanah dan menyatakan bahwa setiap kamar atau ruang yang mereka gali adalah tempat suci.” (Hal. 583, Yerusalem : Satu Kota, Tiga Agama)

Kembali ke penggalian pada tahun 1996 itu, peristiwa inilah yang kemudian menjadikan Gerakan Islam bekerja sama dengan Administrasi Masjidil Aqsa dan ratusan relawan Muslim memutuskan untuk merehabilitasi Masjid Al – Qadim, dalam hal ini koridor panjang yang mengarah ke pemondokan sufi Khutanya. Seusai memulihkan bangunan serta memasang karpet serta sistem listrik, kemudian Perpustakaan Umum Masjid dipindahkan ke pondok sufi Khutanya pada 1998. Sejak itulah, namanya ditetapkan sebagai Perpustakaan Khutanya. Diketahui bahwa terdapat 130.000 buku dan 4.000 manuskrip di perpustakaan tersebut. Tak sampai disitu, bahkan UNESCO mengakui perpustakaan ini memiliki salah satu koleksi manuskrip Islam terpenting di dunia. Selepas berabad – abad lamanya, Masjid Al – Qadim dibiarkan tak terurus dan berdebu ini dibuka kembali pada tahun 1420 H/1999 M oleh Yayasan Al – Aqsa untuk pembangunan Kota Suci. Diketahui bahwa masjid ini dapat menampung hingga 1.000 jamaah didalamnya. Penjelasan di secarik kertas terkait diubahnya fungsi masjid ketika tentara salib berkuasa yang ditempelkan di pintu kayu Perpustakaan Khutanya cocok dengan yang ditulis dalam buku Ensiklopedi Palestina Bergambar karya DR Thariq As-Suwaidan. Selanjutnya setelah terjadi peristiwa pembantaian secara besar – besaran, umat nasrani mengubah Masjidil Aqsa menjadi beberapa bagian. Bagian utama dijadikan sebagai gereja, bagian lainnya mereka jadikan rumah untuk para ksatria, bagian lainnya diubah menjadi gudang penyimpanan serta lorong – lorong Aqsa mereka ubah menjadi kandang – kandang kuda, hingga Masjidil Aqsa dikenal sebagai kandang kuda Sulaiman. Travel Tour Aqsa

Kemudian, perlakuan mengubah fungsi bagian Masjidil Aqsa sebagai kandang kuda para tentara Perang Salib ditulis juga dalam buku The Templar Legacy – Warisan Templar karya Steve Berry bahwasannya “Tetapi sembilan ksatria pendiri Ordo Templar itu menyibukkan diri dengan tugas yang lebih penting. Markas mereka berada di bawah kuil kuno, area yang dulu merupakan istal Raja Salomo, ruangan dengan kubah dan atas lengkung sangat panjang dan sangat besar, sehingga menurut cerita istal tersebut dulu menampung sekitar dua ribu kuda. Di sana, para ksatria itu menemukan lubang-lubang rahasia yang digali di antara bebatuan selama berabad-abad lalu, banyak dari lubang itu berisi gulungan naskah kuno, risalah, naskah seni dan sains, dan banyak hal tentang peninggalan ajaran Yudaisme.” (Hal. 229) Dari hal tersebut terdapat pernyataan yang semakin jelas bahwa yang dijadikan kandang kuda itu merupakan Mushola Al – Marwani. Lokasinya pun juga terdapat di bawah tanah. Persisnya berada di sebelah timur Masjid Jami’ Al – Aqsa atau Masjid Al – Qibli yang terdiri dari 16 koridor dengan luas 3.775 meter persegi dan memiliki dua pintu masuk dari sisi selatan dan lima pintu masuk dari utara.

Tips Komunikasi Lancar Saat Liburan ke Luar Negeri

Pergi berlibur ke luar negeri tentunya menjadi dambaan banyak orang. Terlebih dengan berkunjung ke luar negeri, Sahabat Tour Aqsa sekalian memperoleh wawasan yang lebih luas. Hal ini karena saat berada di luar negeri Sahabat Tour Aqsa akan melihat banyak sekali hal yang berbeda terkait budaya baru hingga menambah relasi saat berada di luar negeri. Ketika Sahabat Tour Aqsa merencanakan untuk berlibur ke luar negeri pastinya banyak hal yang perlu diperhatikan, salah satunya ialah terkait koneksi internet yang lancar. Karena internet sangat Sahabat Tour Aqsa butuhkan pada saat berlibur ke luar negeri, seperti saat menggunakan GPS, mencari referensi tempat wisata atau bahkan untuk update di sosial media. Agar komunikasi Sahabat Tour Aqsa tetap lancar bersama keluarga yang berada di Tanah Air, ada beberapa hal yang perlu Sahabat Tour Aqsa perhatikan. Hal – hal tersebut antara lain :

  1. Pastikan Smartphonemu Dapat Digunakan di Negara Tujuan

Perlu Sahabat Tour Aqsa ketahui bahwa operator seluler di beberapa negara menggunakan frekuensi serta teknologi yang berbeda. Karena itulah tak semua smartphone dapat digunakan saat di luar negeri. Sebelum pergi berlibur ke luar negeri, hendkanya Sahabat Tour Aqsa memastikan terlbih dahulu terkait smartphone yang Sahabat Tour Aqsa gunakan supaya dapat digunakan di negara tujuan.

  1. Gunakanlah Kartu SIM Negara Tujuan

Salah satu cara supaya Sahabat Tour Aqsa dapat tetap terkoneksi internet melalui smartphone saat pergi berlibur di luar negeri ialah dengan membeli kartu SIM lokal. Sahabat Tour Aqsa perlu menegtahui bahwa tarif internet yang digunakan di luar negeri akan lebih mahal dibanding saat Sahabat Tour Aqsa berada di Indonesia. Ketika Sahabat Tour Aqsa membeli kartu SIM di negara tujuan, Sahabat Tour Aqsa juga perlu mencari tahu terkait operator mana saja yang memiliki kualitas bagus dan sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, menggunakan kartu SIM lokal hanya lebih baik jika Sahabat Tour Aqsa liburan ke luar negeri dalam jangka waktu yang cukup lama.

  1. Gunakanlah Data Roaming Operator Seluler Indonesia

Walaupun tergolong gratis, Sahabat Tour Aqsa tak bisa terus menerus mengandalkan WiFi pada saat pergi berlibur ke luar negeri. Sebab itu, menggunakan paket data roaming dari operator seluler yang Sahabat Tour Aqsa pakai bisa jadi salah satu solusinya. Hampir seluruh operator seluler di Indonesia menawarkan paket data roaming yang dapat Sahabat Tour Aqsa pilih sesuai dengan negara tujuan, lama liburan dan bahkan tarifnya. Biasanya, paket data roaming yang telah Sahabat Tour Aqsa beli secara otomatis akan terkirim setelah pemesanan dibayarkan. Bagaimana? Cukup mudah bukan?

  1. Manfaatkanlah Jaringan WiFi di Negara Tujuan

Saat berlibur di luar negeri, Sahabat Tour Aqsa juga dapat memanfaatkan jaringan WiFi yang berada di negara tujuan. Sahaabt Tour Aqsa dapat memanfaatkan WiFi ini di berbagai tempat publik, seperti stasiun kereta bahkan bandara. Selain itu, Sahabat Tour Aqsa juga dapat menikmati WiFi sembari bersantai di restoran ataupun coffee shop. Dengan menggunakan WiFi, Sahabat Tour Aqsa bisa lebih menghemat penggunaan paket data seluler ketika liburan ke luar negeri loh..

  1. Bawalah WiFi Portable

Teruntuk Sahabat Tour Aqsa yang berencana untuk berlibur secara beramai – ramai, membawa WiFi portable merupakan pilihan yang tepat. Pasalnya dengan membawa WiFi Portable dapat terkoneksi hingga 5 perangkat. Sehingga, anggaran internet Sahabat Tour Aqsa dapat digunakan untuk kebutuhan lainnya seperti membeli oleh – oleh untuk keluarga. Lebih hemat kan?

Itulah uraian singkat terkait Tour Aqsa 2022 di Jakarta untuk Sahabat Tour Aqsa yang ingin berkunjung ke Al – Aqsa. Bagi Sahabat Tour Al – Aqsa yang berminat untuk berkunjung ke Al – Aqsa dengan mendaftar paket Tour Aqsa, Sahabat Tour Aqsa dapat mendaftarkan diri ke Satutours Travel. Begitu banyak keuntungan ketika Sahabat Tour Aqsa memilih berlibur dengan menggunakan Tour Aqsa ini. Semoga informasi ini membantu Sahabat Tour Aqsa dalam menentukan liburan yang ingin dijalani. Tour Aqsa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *