Harga Tour Aqsa Jordan Mesir 2022 dari Indonesia

Harga Tour Aqsa Jordan Mesir 2022

Selain berkunjung ke Eropa, Sahabat Tour Aqsa dapat menjadikan kawasan timur Tengah sebagai destinasi tujuan wisata yang asik. Kawasan Timur Tengah yang dapat Sahabat Tour Aqsa jadikan destinasi berlibur ialah kawasan Al – Aqsa, Jordan serta Mesir yang menyimpan berbagai kisah menarik di dalamnya. Saat berlibur kesana, Sahabat Tour Aqsa dapat menikmati pesona sekitarnya sekaligus mengetahui sejarah dari beberapa destinasi yang akan Sahabat Tour Aqsa kunjungi. Sahabat Tour Aqsa pastinya akan mendapatkan kesan yang berbeda saat Sahabat Tour Aqsa berlibur ke kawasan Timur Tengah ini. Karena ragam aneka wisatanya mampu membius Sahabat Tour Aqsa sekalian. Apabila Sahabat Tour Aqsa ingin mencoba berkunjung dan menikmati waktu berlibur yang Sahabat Tour Aqsa miliki, Sahabat Tour Aqsa dapat mendaftar Tour Aqsa 2022. Tak perlu khawatir perihal jasa travel terpercaya yang menyediakan paket wisata di kawasan Timur Tengah, karena Sahabat Tour Aqsa dapat percayakan pada Satutours Travel yang telah berpengalaman, professional dan amanah. Sahabat Tour Aqsa dapat langsung menghubungi pihak jasa travel apabila Sahabat Tour Aqsa ingin melakukan pendaftaran. Paket yang dapat Sahabat Tour Aqsa pilih ialah Paket Tour Aqsa 2022 serta paket Tour Aqsa Jordan Mesir 2022. Perihal Harga Tour Aqsa Jordan Mesir 2022 dari Indonesia, Sahabat Tour Aqsa tentunya tak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Untuk informasi seputar Tour Aqsa Jordan Mesir, yuk simak berikut ini.

Menilik Kisah Kota Batu di Jordania Yuk!

Mungkin banyak yang mengira bahwa bangunan yang berasal dari batu memanglah benar adanya. Perlu Sahabat Tour Aqsa ketahui bahwa bangunan berasal dari batu memang ada dan bahkan berada di kawasan Kota Petra di Jordania. Tahukah Sahabat Tour Aqsa bahwa kawasan Petra mulai dikenal luas ialah pada saat Petra termasuk ke dalam situs tujuh keajaiban dunia. Diketahui bahwa kawasan petra ini berjarak sekitar 233 km dari Ibukota Jordania dan jarak tempuhnya sekitar 3 jam. Kini kawasan Petra tak pernah sepi pengunjung yang silih berganti berdatangan. Tentunya terdapat alasan yang menjadikan Petra sebagai kawasan yang tak pernah sepi pengunjung, salah satunya ialah termasuk kedalam kawasan yang unik dan bersejarah. Sejarah di kawasan bangunan batu di Kota Petra ini selain arsitektur yang indah, arsitekturnya pun memiliki sejarah yang luar biasa untuk Sahabat Tour Aqsa ketahui. Menurut sejarah, petra merupakan Ibukota Kerajaan Nabath yang berjaya pada masanya.

Masyarakat Nabath telah berada di Petra sejak tahun 312 sebelum masehi, jauh sebelum kekaisaran romawi ada. Jalur perdaganagan kuno pada masanya terbentang dari tepi Barat Jordania, menuju ke perbatasan utara di semenanjung Arab. Ketika masa keemasan Nabath, penduduk Petra terdapat sekitar 20 ribu jiwa. Disini terdapat banyak pedagang dengan karavan unta penuh rempah – rempah dan tekstil yang melewati wilayah ini. Akan tetapi, Petra perlahan semakin pudar saat pemerintahan Bizantium semakin kuat. Kawasan Petra ini pun mencapai titik nadirnya pada saat kekaisaran Romawi membuat Nabath sepenuhnya tinggal sejarah untuk selamanya. Peristiwa ini berlangsung sekitar tahun 700 masehi. Kini, masyarakat setempat masih tinggal di kota batu di kawasan Petra ini. Mereka mencari nafkah dengan menjadi pemandu wisata serta menjual souvenir. Meskipun masa kejayaan Petra telah lama berlalu, kota batu ini tetaplah menjadi situs terindah sepanjang sejarah. Terdapat fakta yang menarik dari kawasan Kota Petra ini yakni dibangun di bebatuan. Bahkan arsitektur bangunannya pun dibuat dengan cara mengukir tebing bebatuan. Pada saat matahari mulai terbit dan mulai tenggelam, kawasan kota bebatuan ini sangatlah mempesona.

Sekilas Kisah Tentang Tokoh Intelektual di Mesir

Perlu Sahabat Tour Aqsa ketahui bahwa di Mesir terdapat seorang tokoh intelektual yang termuka. Tokoh intelektual yang amat berjasa bagi peradaban Mesir ini ialah Rifa’at Tahtawi. Rifaat Tahtawi lahir di desa Thahtha, Distrik Suhaz, Mesir pada 7 Jumadil Tsani 1612 H atau bertepatan 15 Oktober 1801 M. Rifaat Tahtawi dikenal sebagai salah seorang pemikir kebangkitan Arab modern dan bahkan jasanya disebut melampaui itu. Besarnya kontribusi yang diberikan Rifaat Tahtawi, cendekiawan Mesir yang bernama Dr. Jabeer Usfour menyatakan bahwasannya “Kalaulah tak ada Rifaat Tahtawi, niscaya negeri – negeri Arab akan tetap dalam kegelapan dan keterbelakangan”. Hal ini di tulis dalam uraian saat memperingati 120 tahun wafatnya Rifaat Tahtawi pada tahun 1994. Memang banyak yang menjadi saksi bahwa betapa luar biasanya jasa dan peran Rifaat tahtawi dalam pencerahan dunia Arab. Hal ini dikarenakan Rifaat tahtawi lah yang merancang pendidikan Modern, menjadi pionir dalam penerbitan surat kabar serta mendirikan sekolah – sekolah yang bertaraf modern di Mesir.

Tak sampai disitu, Rifaat tahtawi juga menerjemahkan berbagai buku bahasa Prancis ke bahasa Arab serta menulis karya – karya dalam berbagai disiplin ilmu. Kemudian, Rifaat Tahtawi juga memadukan peradaban Timur yang kaya dengan sejarah kejayaan masa lampau dengan peradaban Barat. Salah satu karya yang perlu Sahabat Tour Aqsa ketahui ialah Tahlis al – Ibriz fi Talshils al – Fariz. Dalam karyanya ini, Rifaat Tahtawi menggambarkan sebab – sebab kemajuan Prancis sekaligus mengajak kawasan Arab untuk melalui jalan yang sama dengan tetap berpegang kepada nilai – nilai Islam sebagai pijakan. Untuk berada di tahap kematangan ilmu dan cara berpikirnya yang amat disegani, Rifaat Tahtawi telah melalui perjalanan hidupnya yang penuh liku. Pada saat berusia 12 tahun, Rifaat Tahtawi telah hidup berpindah – pindah dari satu kampung ke kampung lainnya. Tak lama setelahnya, Rifaat Tahtawi mengalami duka yang mendalam karena ia kehilangan Ayahnya untuk selama – lamanya. Selepas ayahnya wafat, Rifaat Tahtawi kembali ke kampung halamannya untuk menimba ilmu. Ia belajar dari para ulama terkait ilmu hadis, ilmu fiqih, nahwu, logika dan tafsir. Pada saat Rifaat Tahtawi umur 16 tahun, Ia berangkat ke Kairo demi memenuhi keinginannya untuk belajar di Universitas Al – Azhar. Travel Tour Aqsa

Rifaat Tahtawi berguru pada ulama – ulama Al – Azhar seperti Syekh al – Fudhali, Syekh Hasan al – Kuwaisini, Syekh al – Bukhari, Syekh al – Damanhuri, Syekh Muhammad Hubais, Syekh al – Bajuri dan lain sebagainya. Diketahui bahwa guru yang paling berpengaruh pada pemikiran Rifaat Tahtawi adalah Syekh Hasan Al – Attar. Beliaulah yang menyampaikan Rifaat Tahtawi untuk masuk ke dalam lingkungan ulama – ulama Al – Azhar dan memberikan rekomendasi untuk berangkat ke Paris, Prancis guna menimba ilmu. Sesampainya di Paris, Rifaat Tahtawi belajar pada ilmuwan – ilmuwan Prancis diantaranya Edme Francois Jomar, Silvestre de Sacy, Caussin de Perceval dan lainnya. Sebelum kembali ke Mesir yakni pada tahun 1831 M/1247 H, ia sempat menerjemahkan lebih dari 12 teks berbahasa Prancis yang meliputi artikel maupun buku. Sesampainya di Mesir, Rifaat Tahtawi menunjukkan buku Tahlis Al – Ibriz fi Talshils Al – Fariz yang mengulas sebab kemajuan bangsa Prancis kepada Syekh Hasan Al – Attar. Lalu, Rifaat Tahtawi menunjukkan pada Muhammad Ali Basa yang menjadi penguasa Mesir pada saat itu yang merasa kagum atas hasil karyanya tersebut. 

Inilah Hal – Hal Yang Membuat Masjidil Aqsa Teristimewa

Tentunya Sahabat Tour Aqsa memahami bahwa sesuatu yang istimewa pasti akan selalu dikenang. Demikianlah yang juga terjadi dengan Masjidil Aqsa yang selalu dikenang di hati umat muslim karena keistimewaannya. Pastinya hal ini bukan tanpa alasan, namun memang Masjidil Aqsa menjadi bagian dari sejarah penting dalam perkembangan agama islam. Karena itulah, tak heran apabila banyak dari Sahabat Tour Aqsa yang ingin datang dan beribadah langsung di Masjidil Aqsa ini. Istimewanya Masjidil Aqsa ini menjadikan Masjidil Aqsa sebagai rekomendasi destinasi kunjungan wisata yang asik, menarik dan edukatif bagi Sahabat Tour Aqsa sekalian. Sahabat Tour Aqsa tentunya bertanya – tanya perihal apa saja yang membuat Masjidil Aqsa ini menjadi istimewa. Apa saja yang menjadikannya istimewa? Berikut lebih jelasnya.

  1. Permohonan Nabi Sulaiman

Perlu Sahabat Tour Aqsa ketahiu bahwa salah satu keistimewaan yang ada di Masjidil Aqsa ini ialah menjadi bagian dari permohonan Nabi Sulaiman yang turut memperbaiki serta memperbarui kawasan Masjidil Aqsa. Menurut sejarah yang tertulis, Nabi Sulaiman pernah berdoa kepada Allah yang disertai memohon 3 permintaan pada Allah Swt. Hal ini seperti yang dijelaskan dalam Hadist Riwayat An Nasa’I bahwasannya Rasulullah Saw bersabda :

“Sesungguhnya ketika Nabi Sulaiman bin Daud membangun kembali Baitul Maqdis, ia meminta kepada Allah Swt tiga perkara yaitu meminta kepada Allah agar (diberi taufiq) dalam memutuskan hukum yang menepati hukumNya, lalu dikabulkan dan meminta kepada Allah dianugerahi kerajaan yang tak patut diberikan kepada seseorang setelahnya, lalu dikabulkan serta memohon kepada Allah bila selesai membangun masjid, agar tak ada seorang pun yang berkeinginan shalat di situ, kecuali agar dikeluarkan kesalahannya seperti hari ia dilahirkan oleh ibunya (dalam riwayat lain : Lalu Nabi Muhammad Saw bersabda: “Adapun yang kedua, maka telah diberikan dan aku berharap, yang ketiga pun dikabulkan).”

  1. Bagian Dari Peristiwa Bermakna

Seperti yang telah Sahabat Tour Aqsa ketahui bahwa Masjidil Aqsa menjadi tempat di mana Nabi Muhammad Saw sempat singgah selepas melakukan perjalanan dari Masjidil Haram, Mekah. Di Masjidil Aqsa inilah Nabi Muhammad Saw diberikan wahyu yang luar biasa oleh Allah yakni perintah melaksanakan shalat 5 waktu yang perlu ditunaikan oleh seluruh umatnya. Di kawasan inilah, Allah mengangkat Nabi Muhammad Saw ke langit ke tujuh atau Sidratul Muntaha untuk menunjukkan wahyu tersebut kepadanya. Hal inilah yang membuat Masjidil Aqsa memiliki keistimewaan tersendiri. Karena Masjidil Aqsa telah menjadi tempat pilihan dari Allah yang menjadi saksi di mana Nabi Muhammad Saw mendapatkan wahyu untuk melaksanakan perintah shalat 5 waktu.

Bahkan diketahui bahwa sebelum Nabi Muhammad Saw naik ke Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad Saw pun menyempatkan untuk mendirikan sholat 2 rakaat di masjid ini. Seperti yang terkutip dalam hadist riwayat muslim bahwasannya “Aku telah didatangi Buraq. Yaitu seekor binatang yang berwarna putih, lebih besar dari keledai tetapi lebih kecil dari bighal. Ia merendahkan tubuhnya sehingga perut buraq tersebut mencapai ujungnya. Beliau bersabda lagi: “Maka aku segera menungganginya sehingga sampai ke Baitul Maqdis. Beliau bersabda lagi: “Kemudian aku mengikatnya pada tiang masjid sebagaimana yang biasa dilakukan oleh para Nabi. Sejurus kemudian aku masuk ke dalam masjid dan mendirikan shalat sebanyak dua rakaat. Setelah selesai aku terus keluar.”(HR Muslim)

  1. Mendapat Keutamaan Saat Shalat di Masjidil Aqsa

Keistimewaan berikutnya yang dapat Sahabat Tour Aqsa dapatkan saat berkunjung ke Masjidil Aqsa ialah saat melaksanakan shalat di masjid ini Sahabat Tour Aqsa akan memperoleh keutamaan yang istimewa. Saat Sahabat Tour Aqsa mengerjakan shalat di Masjidil Aqsa, maka Sahabat Tour Aqsa akan mendapatkan 1000 kali lipat keutamaan dibandingkan saat Sahabat Tour Aqsa melaksanakan shalat di masjid lainnya. Hal ini tersirat di dalam Hadist Riwayat Ahmad bahwa “Sesunggunya Maimunah pembantu Nabi berkata, Ya Nabiyallah, berilah kami fatwa tentang Baitul Maqdis”. Maka Nabi Muhammad Saw menjawab, “Bumi tempat bertebaran dan tempat berkumpul. Datangilah ia, maka shalatlah di dalamnya, karena sesungguhnya shalat di dalamnya seperti seribu kali shalat dari shalat di tempat lain” (HR Ahmad).

  1. Pernah Menjad Kiblat Pertama

Tak bisa dipungkiri bahwasannya salah satu istimewanya Masjidil Aqsa ialah karena pernah menjadi kiblat pertama umat islam. Sebelum hijrah ke Madinah, diketahui bahwa Nabi Muhammad Saw melaksanakan sholat dengan menghadap ke Masjidil Aqsa. Kemudian selepas melaksanakan perjalanan Isra Miraj yaitu berkisar 1 bulan, Nabi Muhammad Saw mendapatkan wahyu berupa perintah sholat 5 waktu yang menghadap ke Ka’bah Mekah. Hal ini tersirat dalam Surat Al – Baqarah ayat 44 yang artinya : “Sungguh Kami (sering) melihat wajahmu mengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkahlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya, dan Allah sekali-kali tidak lengah dengan apa yang mereka kerjakan.” Semenjak peristiwa ini, Nabi Muhammad Saw mulai berdakwah untuk menyerukan perintah sholat 5 waktu menghadap ke Ka’bah kepada para sahabat dan pengikutnya. Walaupun awalnya Nabi Muhammad Saw masih melakukannya secara sembunyi – sembunyi, namun Allah membukakan jalan dan memerintahkan Nabi Muhammad untuk menyampaikan perintah tersebut kepada seluruh umat secara terang – terangan.

  1. Lokasi Berkunjung Yang Dianjurkan Nabi Muhammad Saw

Seperti yang telah Sahabat Tour Aqsa ketahui bahwa Masjidil Aqsa menjadi salah satu lokasi berkunjung yang dianjukan oleh Nabi Muhammad Saw karena keistimewaan di dalamnya. Di dalam Hadist Riwayat Muslim, Nabi Muhammad Saw bersabda bahwa Masjidil Aqsa menjadi tempat yang perlu dikunjungi setelah Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi yang berada di Madinah. Isi hadist tersebut berisi bahwasannya “Tidak dikerahkan melakukan suatu perjalanan kecuali menuju tiga Masjid, yaitu Masjid Al-Haram (di Mekkah), dan Masjidku (Masjid An-Nabawi di Madinah), dan Masjid Al-Aqsha (di Palestina)”. Berdasarkan hadist ini, tak heran apabila banyak umat muslim menginginkan untuk datang dan melaksanakan ibadah langsung di Masjidil Aqsa. Inilah yang membuat negara Palestina, tempat berdirinya Masjid Al Aqsha menjadi negara yang sering dikunjungi sebagai wisata religi, khususnya bagi umat muslim di penjuru dunia.

Berada di Mesir? Mampir ke Museum Terbuka di Fustat Yuk!

Tahukah Sahabat Tour Aqsa bahwa Fustat merupakan Ibukota Islam tertua yang ada di Afrika. Disinilah terdapat sebuah museum terbuka yang berisi aneka ragam benda bersejarah yang penuh makna. Diketahui bahwa kawasan Fustat akan diubah menjadi museum terbuka bagi wisatawan dari seluruh dunia. Hal ini dibahas dalam pertemuan antara Perdana Mentri Mustafa Madbouly dengan Pejabat yang bertanggung jawab atas pengembangan proyek Fustat Gardens. Menurut informasi, proyek pengembangan Taman Fustat ini guna mengubah situs menjadi destinasi kunjungan wisata regional dan global. Tak hanya itu, proyek ini juga bertujuan untuk menawarkan kegiatan rekreasi serta industri tradisional lokal dengan menghidupkan kembali warisannya di berbagai era Firaun, Koptik, Islam dan midern. Perlu Sahabat Tour Aqsa ketahui bahwa Kepala Sektor Kepurbakalaan Islam, Koptik dan Yudaisme Osama Talaat menyatakan bahwa Taman Fustat akan dibangun di atas lahan seluas 500 hektare di Kairo. Bagi Sahabat Tour Aqsa yang hendak berkunjung kesini, Sahabat Tour Aqsa dapat berkunjung ke lorong – lorong kota tua asli Fustat. Diketahui bahwa kota Fustat telah ada dari tahun 641 dan dibangun oleh komandan Arab Amr ibn al – Aas setelah penaklukan Islam atas Mesir.

Ada hal yang pelru Sahabat Tour Aqsa ketahui bahwa Fustat telah menjadi ibukota Mesir selama 113 tahun yang diikuti oleh al – Askar, al – Qata’i dan Kairo yang memiliki kesamaan dalam perluasan dan perluasan kota. Kini, kota tersebut telah menjadi bagian dari satu kesatuan yang dikenal sebagai Kairo. Menariknya, peneliti islam yang bernama Moaz Lafi menyatakan bahwasannya ia minat dengan kawasan yang menyimpan berbagai barang antik yang akan membuat para wisatawan tertarik, terlebih pada kawasan Fustat yang tak ada dalam peta pariwisata sebelum pengembangan Museum Nasional Peradaban Mesir dan Danau Ain El – Sira. Dibangunnya jalan wisata dengan panjang 250 meter di tepi Danau Ain El – Sira yang dilengkapi dengan pergola dan kursi berfungsi sebagai area terbuka serta taman bagi wisatawan yang mengunjungi museum.

Sebelum Sahabat Tour Aqsa berkunjung, perlu Sahabat Tour Aqsa ketahui bahwa Fustat ini berisi berbagai barang antik yang usianya mencapai ribuan tahu. Selain itu, kawasan Fustat juga sebagai penampungan sisa rumah berlantai empat atau gedung pencakar langit yang tak ditemuka di kota islam lainnya. Direktur Umum Departemen Penelitian Studi Arkeologi dan Publikasi Akademik dari Kementerian Pariwisata dan Purbakala Abdel Rahim Rihan mengatakan bahwasannya kawasan Fustat termasuk dalam Kompleks Keagamaan. Hal ini dikarenakan terdapat kuil Yahudi yang dikenal sebagai Sinagog Ben Ezra serta berbagai gereja mesir kuno seperti Gereja Saint Sergius dan Bacchus. Hal yang perlu Sahabat Tour Aqsa ketahui ialah bahwa Museum Nasional Peradaban Mesir Fustat menjadi salah satu museum barang antik terpenting dan terbesar di dunia. Bangunan inilah yang menjadi museum pertama yang didedikasikan untuk keseluruhan peradaban Mesir dengan lebih dari 50 ribu artefak yang menceritakan tahapan perkembangan peradaban dari zaman kuno hingga modern.

Bagi Sahabat Tour Aqsa yang berencana untuk menikmati liburan ke Aqsa Jordan Mesir, jangan lupa untuk mempersiapkan biaya pendaftarannya ya. Pastinya bagi Sahabat Tour Aqsa yang ingin berlibur kesana, tentu akan berupaya sebisa mungkin untuk mewujudkannya. Sahabat Tour Aqsa hendaknya mengikuti informasi lengkapnya seputar Harga Tour Aqsa Jordan Mesir 2022 hanya di website ini. Semoga rencana liburan Sahabat Tour Aqsa sekalian segera terlaksana. Aamiin! Tour Aqsa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *