Harga Tour Aqsa 2021

Harga Tour Aqsa 2021

Ketika Sahabat Tour Aqsa yang hendak merencanakan berlibur ke luar negeri namun masih bingung terkait destinasi tujuan, Sahabat Tour Aqsa dapat mencoba Tour Aqsa yang tentunya tak kalah seru. Dengan mencoba berlibur dengan mendaftar Tour Aqsa 2021, maka dijamin liburan Sahabat Tour Aqsa sekalian memiliki kesan yang berbeda dengan liburan biasanya. Hal ini dikarenakan destinasi wisata yang berada di Aqsa merupakan destinasi yang tak sekedar memanjakan mata yang memandangnya saja. Akan tetapi terselip juga nilai – nilai edukasi yang menyertai. Karena negara tersebut merupakan negara yang lekat sekali akan sejarah di masa lampau. Maka tak heran apabila segala destinasi wisata yang disuguhkan memiliki nilai tersendiri. Tentunya, ini menjadi pengalaman yang menarik bagi Sahabat Tour Aqsa sekalian. Karena Sahabat Tour Aqsa sekalian dapat berlibur sembari menambah wawasan. Pastinya menyenangkan sekali bukan? Nah.. Untuk informasi lebih lengkap seputar Tour Aqsa Jakarta dan Harga Tour Aqsa 2021, yuk simak informasi dibawah ini.

Persiapan Pendaftaran Tour Aqsa 2021

Teruntuk Sahabat Tour Aqsa yang hendak berkunjung ke Al – Aqsa untuk melaksanakan liburan dan berniat untuk mendaftar Tour Aqsa, perhatikaan beberapa hal berikut ini :

1. Persyaratan dan Pendaftaran

  • Melakukan pembayaran Deposit sebesar Rp 10.000.000/ Peserta (tidak dapat dikembalikan).
  • Pendaftaran tanpa disertai deposit, bersifat tidak mengikat dan dapat dibatalkan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada peserta.
  • Paspor dengan masa berlaku tidak kurang dari 10 Bulan sebelum Jadwal Keberangkatan.
  • Pendaftaran ditutup 4 minggu sebelum Jadwal Keberangkatan atau apabila quota peserta telah terpenuhi.

2. Ketentuan

  • Harga Paket / Jadwal / Program / Fasilitas dapat berubah setiap saat menurut kondisi / situasi yang berlaku pada Penerbangan / Negara setempat.
  • Harga untuk minimum keberangkatan 25 Peserta, dan harga tersebut akan disesuaikan jika tidak mencapai kuota keberangkatan minimum.
  • Pelunasan tour dilakukan selambat-lambatnya 30 hari sebelum keberangkatan.
  • Peserta Tour yang beresiko tinggi (Risti) dan berusia diatas 50 Tahun atau memiliki keterbatasan fungsi anggota tubuh atau indera atau keterbatasan secara mental, wajib didampingi oleh anggota keluarga, teman atau saudara yang bertanggung jawab selama perjalanan tour.
  • Peserta Tour harus dalam kondisi sehat jasmani dan rohani.
  • Peserta Tour harus mendaftar sendiri (tidak boleh diwakilkan).
  • Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. (Kami akan menyesuaikan perubahan harga dari pihak ketiga seperti hotel, penerbangan, visa dan lain-lain).
  • Peserta Tour yang menggunakan pesawat domestik dari maupun menuju Jakarta, akan menyiapkan tiket pesawatnya sendiri.
  • Satutours, tidak menyediakan Kamar Hotel, Launge maupun makanan Tambahan saat Transit lama di bandara. Terkecuali, dari Pihak Airlines yang menyediakannya.
  • Bila terjadi sesuatu yang tidak terduga bagi calon Peserta Tour dan terpaksa membatalkan diri maka akan dikenakan biaya pembatalan sebagai berikut :
  • Pembatalan setelah DP : 15%
    • Pembatalan 3 bulan sebelum keberangkatan : 25%
    • Pembatalan 1 bulan sebelum keberangkatan : 50%
    • Pembatalan 2 minggu sebelum keberangkatan : 75%
    • Pembatalan 1 minggu sebelum keberangkatan : 100%
    • Pembatalan setelah Issued Tiket dan Hotel : 100%

3. Pengurusan Visa

  • Kedutaan mempunyai keputusan mutlak atas pengajuan visa dan kami pihak travel tidak bisa menentukan kepastian apakah visa Bapak/Ibu ditolak atau diterima.
  • Kami pihak travel agent hanya bisa membantu mengajukan/memproses permohonan visa tersebut sesuai prosedur dan sesuai dokumen yang diperlukan.
  • Penolakan dokumen oleh pihak kedutaan atau revisi kelengkapan dokumen pengajuan visa merupakan keputusan pihak kedutaan.
  • Segala keterlambatan kelengkapan dokumen bukan menjadi tanggung jawab travel agent. Biaya visa tetap harus dibayarkan walaupun visa tidak disetujui oleh Kedutaan, demikian juga jika terdapat biaya lain seperti pembatalan hotel, kereta dan atau tiket pesawat yang terjadi karena adanya tenggat waktu yang belum tentu sesuai dengan waktu penyelesaian proses visa dari Kedutaan, dan juga biaya tour lainnya maka akan dibebankan kepada Peserta tour.

Yuk Kenali Al – Aqsa Sebelum Berkunjung

Masjidil Aqsa diartikan sebagai Masjid Terjauh dalam konteksnya yakni terjauh dari Mekkah. Masjid Al – Aqsa merupakan terletak di sebuah Kawasan yang dulunya disebut Al Haram Al Syarif. Luas secara keseluruhan dari Masjid Al – Aqsa inilah seluas 144.000 meter persegi. Perubahan penyebutan baru Masjid Al – Aqsa terjadi pada masa kesultanan Utsmaniyah pada abad ke 16 – awal 1918 Masehi. Di dalam Al Quran Surah Al Isra’ ayat pertama Allah Swt menyebutkan secara  langsung nama Masjidil Aqsha yang merupakan tempat singgah sewaktu Rasulullah Saw melakukan Isra Mi’raj dan Allah Swt juga memberkahi tempat itu dan sekelilingnya. Dalam sebuah hadist di riwayatkan : “Wahai Rasulullah, masjid apakah yang pertama diletakkan oleh Allah di muka bumi?”Beliau bersabda, “Al-Masjid Al-Haram”. Abu Dzar bertanya lagi, “Kemudian apa?”. Beliau bersabda, “Kemudian Al-Masjid Al-Aqsa”. Berkata Abu Mu’awiyah “Yakni Baitul Maqdis” . Abu Dzar bertanya lagi, “Berapa lama antara keduanya?”. Beliau menjawab, “Empat puluh tahun”. (H.R. Ahmad dari Abu Dzar)

Sahabat Tour Aqsa sekalian dapat  mengetahui dari Hadist tersebut bahwa Masjidil Aqsa di bangun dengan waktu yang tak berjauhan dengan Masjidil Haram. Pondasi Masjidil Aqsa telah diletakkan Allah Swt sejak zaman Nabi Adam AS sebagaimana Allah SWT memerintahkan  Malaikat Jibril  dan Nabi Adam AS untuk membangun rumah Allah yang pertama di muka bumi yang lalu kemudian dinaikan pondasinya oleh Nabi Ibrahim AS dan putranya nabi Ismail AS. Hal ini terdapat pada Qur’an Surat Ali Imran ayat 86 : “Sesungguhnya rumah ( ibadah ) pertama yang dibangun untuk manusia ialah ( Baitullah ) yang di Bakkah ( Mekkah ) yang diberkati dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam” (QS. Ali Imran : 96)

Seiring perjalanan waktu pondasi Masjidil Aqsa tersebut mengalami kerusakan akan tetapi wilayah tersebut tetap menjadi sebuah kawasan suci. Kemudian Nabi Ibrahim AS pernah shalat di tanah tersebut dalam perjalanan nya ke Kana’an. Dalam sebuah riwayat, Ibnul Qayyinb Al Jauzy menyebutkan bahwa Masjidil Aqsa ini dibangun kembali diatas pondasinya oleh Nabi Ya’qub AS yang merupakan cucu Nabi Ibrahim AS putra Nabi Ishak AS. Selanjutnya bangunan Masjidil Aqsa ini dibangun kembali oleh Nabi Daud AS  yang merupakan keturunan berikutnya dan juga oleh putranya yaitu Nabi Sulaiman AS. Nabi Sulaiman AS membangun Masjidil Aqsa atau Baitul Maqdis ini dengan begitu megahnya, beliau  memanggil seluruh orang pandai pengikutnya dari golongan jin dan manusia. Menggunakan berbagai jenis bahan bangunan dan berbagai jenis permata sebagai hiasannya sebagai tempat beliau beribadah. Bangunan ini juga sering disebut Haikal Sulaiman atau Temple of Solomo.

Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa konstruksi tiang tiang kolom besar persegi dibagian utara masjid saat ini serta tembok temboknya itu berasal dari masa kekuasaan Romawi. Tembok – tembok yang tersisa tersebut dibangun kembali setelah Yerusalem dihancurkan pada tahun 70 M dimasa kekuasaan kaisar Titus. Struktur bawah tanah bangunan ini berasal dari masa kembalinya orang Yahudi dari tempat pembuangan mereka di Babilonia. Orang Yahudi mempercayai bahwa di area Masjidil Aqsa ini merupakan bagian dari pembangunan Bukit Kuil Suci II oleh Raja Herodes Agung pada tahun 19 SM dan merupakan bagian yang disebut serambi Salomo dari bangunan Bait Keduanya. Ini merupakan salah satu yang menjadi akar permasalahan/perselisihan sampai saat ini.

Persiapan Kesehatan Menjelang Keberangakatan

Tahukah Sahabat Tour Aqsa bahwa Ketika hendak berlibur tak hanya persiapan umum saja yang dipastikan aman. Akan tetapi persiapan Kesehatan pula juga perlu untuk dipersiapkan. Hal ini tentunya bertujuan agar saat liburan, Sahabat Tour Aqsa dapat menikmati liburan yang sedang dijalani. Tentunya tak ingin kan jika berlibur dalam kondisi tak sehat? Oleh karena itulah, sebelum berangkat untuk berlibur sebaiknya persiapkan juga Kesehatan diri Sahabat Tour Aqsa. Apa saja persiapan yang hendaknya dilakukan? Berikut lebih jelasnya.

  1. Vaksinasi

Persiapan kesehatan untuk traveling sebaiknya Sahabat Tour Aqsa lakukan jika berencana untuk bepergian ke negara yang memiliki kondisi iklim dan cuaca yang berbeda ekstrem dengan kondisi Indonesia. Karena perbedaan kondisi iklim dan cuaca tersebut memungkinkan daya tahan tubuh menjadi lebih lemah terhadap berbagai penyakit. Jenis vaksin umum yang biasanya diberikan sebelum berpergian jauh antara lain Vaksin Influenza, Vaksin Meningitis, Vaksin Pneumonia, Vaksin Demam Tifoid, hinga Vaksin Hepatitis A dan B. Namun, di luar vaksin-vaksin tersebut Sahabat Tour Aqsa bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui vaksinasi apa saja yang bisa Sahabat Tour Aqsa lakukan untuk mempersiapkan kondisi kesehatan sebelum berangkat ke luar negeri.

  1. Medical Check Up

Teruntuk Sahabat Tour Aqsa yang hendak berlibur ke luar negeri hendaknya terlebih dahulu melakukan medical check – up. Tentunya Jangan sepelekan persiapan kesehatan sebelum traveling ke luar negeri satu ini. Karena dengan melakukan medical check-up Sahabat Tour Aqsa bisa mengetahui kondisi kesehatan tubuh sehingga bisa mencegah hal-hal yang tak diinginkan terjadi ketika Sahabat Tour Aqsa tengah berada di luar negeri. Bahkan, beberapa destinasi mewajibkan medical check-up sebelum Sahabat Tour Aqsa bisa mengajukan visa untuk mengunjungi negara tersebut. Nah, jangan lupa untuk melakukan persiapan kesehatan yang satu ini ya sebelum berangkat untuk berlibur ke luar negeri.

  1. Menjaga Kondisi Fisik Tetap Fit

Menjaga kondisi fisik agar daya tahan tubuh tetap terjaga merupakan hal yang hendaknya dilakukan sebelum bernagkat berlibur ke luar negeri. Untuk itu, rutinlah berolahraga dan jaga pola makanan jauh-jauh hari sebelum melakukan perjalanan ke luar negeri. dengan berolahraga maka tubuh akan menjadi lebih sehat. Selain itu, menjaga pola makan yang sehat juga tak kalah pentingnya. karena turut pula menentukan kondisi Sahabat Tour Aqsa. Istirahat yang cukup juga penting agar tubuh tetap dalam kondisi prima. Usahakan Sahabat Tour Aqsa memiliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas. Umumnya waktu cukup untuk tidur ialah 6 hingga 8 jam.

  1. Memahami Kondisi Destinasi Tujuan

Sahabat Tour Aqsa tentunya mengetahui bahwa setiap negara tujuan memiliki kondisi yang berbeda-beda. Oleh karena itu persiapannya pun membutuhkan persiapan kesehatan yang berbeda-beda pula. Untuk itu Sahabat Tour Aqsa perlu membekali diri dengan informasi detail mengenai destinasi tujuan yang akan dikunjungi. Contohnya seperti ketika Sahabat tour Aqsa hendak berlibur ke negara-negara Timur Tengah yang memiliki kondisi cuaca yang panas dan terik, Sahabat Tour Aqsa perlu mempersiapkan tabir surya serta pelembab kulit untuk melindungi tubuh dari teriknya matahari. Dengan mengetahui dengan baik terkait destinasi tujuan, maka Sahabat Tour Aqsa bisa mempersiapkannya secara maksimal.

Beberapa Lokasi Shalat di Masjid Al – Aqsa

Tahukah Sahabat Tour Aqsa bahwa Masjid Al – Aqsa merupakan nama sebuah kawasan untuk keseluruhan tempat yang dikelilingi pagar di dalam kota Al – Quds. Tak semua kawasan Masjid Al – Aqsa beratap. Setiap orang yang berkunjung dan kemudian shalat di sudut – sudut masjid Al – Aqsa tetap mendapatkan pahala lebih banyak dibanding di tempat lain. Di dalam komplek masjid Al – Aqsa terdapat beberapa masjid yang beratap, antara lain :

  1. Masjid Kubah Ash – Shakhrah

Masjid Kubah Ash – Shakhrah merupakan salah satu bangunan islam yang penuh akan sejarah. Hal ini dikarenakan, di dalam masjid ini terdapat batu Ash-Skhahrah yang merupakan tempat sebelum mi’raj-nya Nabi Muhammad SAW pada peristiwa Isra Mi’raj. Masjid Kubah Ash Shakhrah ini terletak di tengah kompleks Masjid AL – Aqsa. Masjid ini dibangun oleh Khalifah Abdul Malik Bin Marwan yang didirikan pada tahun 691 Masehi. Bangunan persegi delapan ini merupakan bangunan yang paling bagus dan berada di jantung Masjid Al-Aqsa. Desain interior masjid ini sangat beragam dan memiliki pesona yang indah. Peninggalan kaligrafi bergaya mozaik peninggalan Umawiyyah yang sarat akan nilai tauhid, risalah langit, cerita Al-Masih serta cerita kenabian Muhammad. Kubah Shakrah menjadi bangunan utama dalam Masjid Al – Aqsa yang kerap menadi lambang yang mewakili keseluruhan kompleks tersebut.

  1. Masjid Al – Qibli

Salah satu masjid yang terdapat dalam kompleks Masjid Al-Aqsa ialah Masjid Al – QIbli. Masjid Al – Qibli memiliki luas yang ditaksir mencapai 4.000 meter persegi, panjang masjid yang mencapai 80 meter dan lebarnya 55 meter  serta di dalamnya terdapat 11 pintu masuk. Masjid Al – Qibli ini dapat menampung sebanyak 5.500 jemaah. Masjid Al – Qibli letaknya berada di wilayah selatan Masjid, seringkali orang salah menyebutnya sebagai Masjid Al-Aqsa. Padahal Masjid Al-Aqsa adalah seluruh wilayah di atas bukit ini yakni yang dikelilingi dinding Di wilayah kota Tua Al-Quds Yarusalem. Masjid Al – Qibli didirikan oleh khilafah Abdul Malik Bin Marwan dari Bani Umayyah dan pengerjaannya diselesaikan oleh anaknya al-Walid bin Abdil Malik antara tahun 86-96 H/705-714. Pada Dinasti Fathimiyah Masjid ini pernah terkena Gempa. Hingga menyebabkan beberapa lorong menuju Masjid Al-Qibli hancur dari jumlah semula sebanyak 15 lorong hingga hanya tersisa 7 lorong yang dapat di gunakan hingga sekarang ini.

Pada saat kota Al-Quds dikuasai oleh tentara salib, masjid ini dibagi menjadi 3 bagian. Yang pertama dijadikan sebagai tempat komando pimpinan tentara Salib. Kedua, dijadikan sebagai tempat tinggal pasukan berkuda, dan ketiga, dijadikan gereja. Ketika Al-Quds dibebaskan kembali oleh Shalahuddin Al-Ayyubi pada tahun 583 H/1187 M, masjid ini kembali di fungsikan sebagai tempat beribadah. Masjid Al-Qibli sudah beberapa kali direnovasi pada masa pemerintahan Islam. Diantaranya ialah pada masa Mameluk, masa Utsmani dan ketika awal penjajahan Inggris atas tanah Palestina. Masjid Al – Qibli terdiri atas satu ruwaq (lorong) besar di tengah dan tiga ruwaq masing-masing di sisi kanan dan kirinya. Selain itu, masjid ini memiliki satu kubah besar yang terbuat dari kayu di sisi dalamnya dan dilapisi timah di sisi luarnya, dengan tinggi 17 meter.

  1. Mushala Al – Marwani

Mushala Al – Marwani pada mulanya  disebut sebagaiTaswiyah Syarqiyah yang artinya Pemerataan Tanah Bagian Timur. Hal yang melatarbelakangi sebutan itu ialah karena memang ketika di bangun pada masa Dinasti Umawiyah tujuannya ialah  agar sisi selatan dan utara Masjid al-Aqsa sama rata. Mushala Al – Marwani ditaksir ini memiliki luas lebih dari 4.000 m persegi. Pada masa dikuasai tentara salib, Mushala Al – Marwani dijadikan sebagai kandang kuda hingga Shalahuddin Al-Ayyubi membebaskan Masjid al-Aqsa. Beliau mengembalikan Mushala ini ke fungsi asalnya sebagai tempat pemerataan sisi utara dan selatan masjid serta sebagai tempat penyimpanan. Hingga Zionis menjajah kawasan masjid al-Aqsa. Pada akhir tahun 1995 M tersebarlah dokumen rahasia yang berisi pembagian Masjid Al-Aqsa oleh penjajah Zionis. WIlayah kaum Muslim yang berada di atas tanah, sedangkan di bawah tanah Masjid Al-Aqsa di akui oleh kaum Yahudi. Pembagian ini bertujuan untuk mengambil alih posisi mushala Al-Marwani  agar dimiliki oleh kaum Yahudi.

Di awal tahun 1990 an Syekh Raed Salah seorang Aktivitas Politik dan Dakwah di Palestina, meresmikan reformasi dan renovasi mushala Marwani dan membuat pintu gerbang besar, meneranginya dengan lampu, membuat toilet, membuat majlis-majlis terutama majlis Selasa yang kini dihadiri oleh 5 ribu muslim setiap pekan di masjid Al-Aqsa. Syekh mengumpulkan bantuan untuk proyek ini. Israel marah dan menyebarkan isu di media-media mereka bahwa umat Islam membuat masjid rahasia di bawah masjid Al-Aqsa dan meminta agar mengeluarkan perintah pengadilan agar menghentikan renovasi yang dilakukan. Namun Syekh terus melakukan renovasi karena pekerjaan itu adalah justru menjaga masjid Al-Aqsa yang terancam rubuh karena penggalian Israel di bawahnya. Zionis Israel mengancam akan menghentikan saluran air ke masjid Al-Aqsa dan ancaman itu  benar-benar dilakukan. Israel menghalangi truk-truk besar yang membawa bahan bangunan untuk renovasi Mushala Marwani. Namun Lembaga Al-Aqsa tetap berhasil menyelesaikan pekerjaan terbesar dan meresmikannya pada Desember 1999.

  1. Masjid Al – Buraq

Masjid al-Buraq merupakan sebuah masjid yang terletak di sebelah barat daya Masjid Al-aqsa dan berada di bawah pintu Al-Magharibah yakni Al Haram Asy-Sharif di Kota Tua Yerusalem.  Dinamakan Al-Buraq karena diyakini tempat ini merupakan tempat Nabi Muhammad meletakkan kendaraannya pada peristiwa Isra’ Mi’raj, yaitu Buraq. Masjid Al – Buraq ini berada di ujung selatan Tembok Barat dan telah ditutup selama berabad-abad. Bangungan kecil ini, berada di sudut barat daya kompleks Al-Aqsa yang diyakini sebagai tempat Nabi Muhammad Saw mengikat Buraq yaitu hewan yang di gambarkan Mirip kuda bersayap yang dikendarainya pada saat Malam Kenaikan. Dan sebuah cincin besi menempel di dinding. ditunjukkan kepada pengunjung sebagai tempat Nabi Muhammad mengikat Buraq.

Teruntuk Sahabat Tour Aqsa yang hendak mempersiapkan biaya untuk berlibur ke Al – Aqsa, inilah sekilas informasi seputar Harga Tour Aqsa 2021. Semoga informasi ini dapat membantu Sahabat Tour Aqsa guna mempersiapkan berlibur ke Al – Aqsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *